0
2 shares

Gebraknews.co.id, Batam – Pangkalan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut Batam (Lanal Batam) menggelar Press Release kasus penangkapan Kapal MT Eastern Glory yang berbendera Mongolia, yang akan menyeludupkan 5.000 ton solar pada tanggal 4 september 2018 kemarin. Yang di bawa dari OPL menuju Barelang Batam, Sabtu (8/9/2018) di Lanal Batam, Batu Ampar.

“Sebuah kapal di tangkap oleh Lanal Batam pada tanggal 4 September 2018 lalu di perairan Barelang, setelah di lakukan penangkapan dan pemeriksaan bahwa kapal ini Kapal MT Eastern Glory, berbendera Mongolia. Dengan bobot 4. 500 gt dan ternyata di dalam kapal ini ada muatan Solar sekitar 5.000 ton,” ujar
Yudo Margono Panglima Komando Armada I (Pangkoarmada I).

Panglima bintang dua tersebut juga mengatakan, pada saat di periksa kapal tersebut ada surat izin berlayar menuju Malaysia. Akan Kenyataannya pada saat kembali kapal tersebut tidak menuju Malaysia, pada saat di OPL modus kapal tersebut mengumpulkan atau membeli solar dari kapal asing.

“Pengakuan ABK dia membeli solar secara ilegal kemudian di bawa masuk lagi ke Indonesia, jadi mereka melakukan penyelundupan. Sehingga dengan data – data yang ada mereka akan kita lakukan proses hukum, dengan Undang-undang pelayaran dan penyelundupan, karena SPP yang ada tidak sesuai dengan SPP yang di berikan, “kata Yudo Margono.

Yudo Margono, juga menjelaskan Pada saat kapal tersebut berangkat ada 15 orang, 11 orang dari dan 4 orang dari Myanmar. Kemudian setelah kapal tersebut kembali dari OPL orang di kapal tersebut bertambah 4 orang lagi dari srilangka, sehingga ada 8 orang asing dalam kapal tersebut tanpa dokumen.

“Asal minyak tersebut dari OPL yang di transfer dari kapal – kapal di situ dari Malaysia, solar tersebut mau di bawa ke Barelang, “ujar Yudo Margono.

Menurut Yudo Margono, pihak mereka masih mendalami siapa pihak yang akan membeli solar tersebut, karena saat di tangkap kapal tersebut menuju ke Barelang. Ia juga mengatakan dengan penyelundupan 5.000 ton solar tersebut negara di rugikan sekitar Rp. 40 Milyar, para tersangka akan di jerat dengan pasal Migas dengan ancaman 4 tahun penjara dan Undang-Undang pelayaran.
Yudo Margono, juga mengungkapkan ke 8 orang asing tersebut memiliki paspor akan tetapi mereka tidak melapor ke kantor imigrasi dan mereka akan di cek ada atau tidak izin dari Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) karena Lanal Batam Banyak menangkap Kapal – kapal yang masuk menggunakan Bendera asing. (TIM AJOI BATAM)


Like it? Share with your friends!

0
2 shares

Comments

comments

Powered by Facebook Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format