0

gebraknews, Jakarta – Pengajar hukum pidana dari Universitas Parahyangan Agustinus Pohan menilai unggahan soal informasi yang tak diketahui kebenarannya dengan teknik bertanya dapat dikategorikan sebagai hoaks dan bisa diproses secara hukum.

Hal ini dikatakannya terkait penyebaran isu tercoblosnya surat suara yang dimuat dalam tujuh kontainer dari China yang diunggah oleh sejumlah akun, salah satunya akun milik Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief.

“Kalau hoaks, ya. Itu orang bisa dengan segala macam waktu di-retweet atau upload disertai dengan [permintaan] dicek atau dikonfirmasi dulu beritanya [karena] mungkin juga enggak bener. Kalau dia tahu tidak benar, kenapa harus disebarkan? Jadi itu tidak meniadakan pidananya,” kata Agustinus kepada CNNIndonesia.com, Kamis (3/1).

Menurutnya, cara yang tepat untuk mempertanyakan kebenaran sebuah informasi adalah dengan bertanya ke lembaga yang berwenang, bukan dengan menyebarluaskan informasi tersebut di media sosial.

“Kalau dia menanyakan, tanyakan ke lembaga berwenang bukan disebarluaskan. Tanya ke polisi atau KPU, bukan menyebarluaskan,” cetusnya.

Agustinus juga menyebut bahwa hoaks soal surat suara tercoblos itu mengandung unsur tindak pidana Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (SARA).

“Apalagi tujuh kontainer dari China. Kenapa dari China? Jadi ini membangun isu tertentu, ada SARA, kemudian nanti ada apa-apanya,” katanya.

Ia juga melihat penyebaran informasi bohong itu juga terindikasi mengandung upaya untuk mendelegitimasi KPU. Tujuannya, agar Pemilu 2019 melahirkan hasil yang tidak bisa dipercaya.

“Jadi itu bisa nantinya pascapemilu, kalau kalah bisa jadi isu itu dan bisa ganggu stabilitas dan melahirkan kejahatan lebih serius,” kata Agustinus.

Sebelumnya, KPU menyatakan kabar tentang surat suara tercoblos yang dimuat dalam tujuh kontainer adalah hoaks belaka. Pihak penyelenggara pemilu pun meminta kepolisian mengusut penyebar hoaks ini.

Salah satu yang menyebarkan kabar ini adalah Andi Arief. Dalam cuitannya pada Rabu (2/1) pukul 20.05 WIB, ia menyatakan, “Mohon dicek kabarnya ada 7 kontainer surat suara yang sudah dicoblos di Tanjung Priok.” Namun, cuitan itu tak tampak lagi akunnya pada Kamis (3/1).

Unggahan sejenis muncul dari sejumlah akun dengan frasa-frasa yang meminta pengecekan sambil tetap menyebar isunya, seperti “mohon dicek”, “apa benar”. (gn/cnn indonesia)


Like it? Share with your friends!

0

Comments

comments

Powered by Facebook Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format