Agar Anak Tidak Lagi Berkonflik dengan Hukum

Gebraknews.co.id, Jakarta – Kasus-kasus hukum yang menimpa anak di bawah umur kerap kali membuat miris. Anak yang seharusnya masih dalam tahap tumbuh kembang, serta mendapat pendidikan, harus tertimpa masalah hukum yang pastinya membuat trauma.

Pada beberapa kasus, anak harus mendapat pembinaan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA). Setelah selesai dibina dan kembali ke masyarakat, anak masih harus berhadapan dengan stigma.

Bacaan Lainnya

Kondisi ini merupakan hal yang sangat serius dan harus ditangani dengan baik. Hasan, Asisten Deputi Bidang Perlindungan Anak Berhadapan dengan Hukum dan Stigmatisasi, Hasan, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) mengungkap sejumlah fakta terkait anak-anak yang keluar dari Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA).

” Anak yang berkonflik dengan hukum dan keluar LPKA, lalu kembali ke rumah sering mendapat stigmatisasi. Bukan hanya dari masyarakat tapi juga orangtuanya,” kata Hasan, dalam webinar Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), Jumat, (26/6/2020).

Stigma dan penolakan ini membuat anak beranggapan kalau lingkungan tak mendukung. Ia kembali mencari kelompok lain yang menerimanya dan bisa kembali melakukan hal yang berlawanan dengan hukum.

Menurut Hasan, penting untuk masyarakat dan lingkungan sekitar merangkul anak yang keluar dari LPKA. Lingkungan anak tinggal juga sangat berpengaruh, misalnya jika di area tersebut ada peredaran narkoba, prostitusi, pornografi atau aksi kriminal lain.

“Perlu menciptakan lingkungan yang sehat agar anak tidak lagi melakukan tindak pidana lagi. Di situ mungkin ada narkoba, penjualan miras. Seharusnya Pemda melakukan pencegahan. Itu sebenarnya akar permasalahan,” ungkap Hasan.

(Drm)

Pos terkait