Gebraknews.co.id, Gorontalo – Respon dr. Alaludin Lapananda atas video yang menimpa anaknya Alwi Lapananda dan Dheninda Chaerunnisa menuai kritik dari berbagai elemen. Kali ini kritik itu datang dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah UNG.
Ketua Komisariat IMM UNG, Risman Mahmud menyebutkan bahwa dr. Alaludin Lapananda menormalisasi perbuatan dosa. Bahkan, kata Risman, ungkapan yang menyebutkan bahwa hal itu merupakan momen Bahagia jelang pernikahan merupakan dukungan orang tua kepada anak untuk berbuat dosa.
“Dalam ajaran islam manapun, saya pikir semua ulama bersepakat bahwa dua orang yang berlainan jenis berduaan (tanpa ikatan perkawinan) itu tidak boleh tanpa didampingi mahromnya. Dalam video itu, Alwi dan Dini tidak hanya sekedar berduaan, mereka bermesraan. Kalau dr. Alaludin itu Islam, harusnya dia marah atas tindakan itu,” kata Risman.
Sekalipun keduanya akan menikah, kata Risman, tindakan itu tidak pantas untuk dipertontonkan. Kalau perbuatan dosa semacam itu dinormalisasi oleh ayahnya Alwi, bukan tidak mungkin ada perbuatan dosa lain yang dilakukan secara tertutup. Risman sangat menyayangkan sikap dr. Alaludin sebagai orang tua dari Alwi, alih-alih menegur dr. Alaludin malah mendukung perbuatan dosa.
“dr. Alaludin berlebihan membela anaknya. Bahkan sekalipun berbuat dosa, masih saja tetap dibela. Sebagai orang tua dia harusnya mengajari hal benar kepada anaknya,” pungkasnya.
Sampai dengan berita ini diterbitkan, awak media telah mencoba menghubungi dr. Alaludin Lapananda melalui dua nomor telepon yang bersangkutan sebelum berita ini diterbitkan, tetapi tidak mendapatkan jawaban atau tanggapan resmi. Redaksi tetap membuka ruang klarifikasi kepada yang bersangkutan.
(Alkap)








