Bantu Genjot Produksi Pertanian, BMKG Didorong Gelar SLI di Kalbar

Gebraknews.co.id, Jakarta -Wakil Ketua Kokisi V Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) -RI Syarif Abdullah Alkadri, pada rapat bersama dengan BMKG, Basarnas, dan Bapel-BPWS di ruang rapat Komisi V Senayan, berharap kepada Sekolah Lapang Iklim (SLI) untuk dapat berkerjasama membantu petani dan nelayan dalam pemantauan iklim di Kalimantan Barat (Kalbar).

Menurut Sarif Abdullah Alkadri, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Program SLI bertujuan untuk membantu meningkatkan pemahaman mengenai informasi iklim dan kemampuan antisipasi dampak gejala iklim ekstrim terhadap kegiatan pertanian bagi para petugas di lingkungan dinas pertainan, penyuluh, petani dan nelayan.
“Kegiatan Sekolah Lapang Iklim ini sangat membantu petani dan nelayan dalam informasi cuaca dan antisipasi terhadap cuaca ektrim, dengan pengetahuan ini, masyarakat dapat mengetahui kapan saat yang tepat untuk mulai bercocok tanam dan tanaman seperti apa yang sebaiknya akan ditanam,” ungkap Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Syarif Abdullah Alkadrie, saat memimpin RDP di Gedung Parlemen Senayan Jakarta, Senin (18/11).
Syarif menekankan bahwa iklim memiliki peran yang sangat penting dalam proses kegiatan pertanian dan nelayan. Perubahan iklim yang ekstrim sangat berdampak buruk bagi produktifitas pertanian dan nelayan.
“Sekarang iklim semakin sulit diprediksi, sering terjadi iklim ekstrim. Kalau tidak dikelola dengan baik, petani dan nelayan yang akan kena duluan, misal ketika musim kering tapi petani tetap tanam maka akan rugi dan gagal panen”, jelasnya.
Di sekolah ini, lanjutnya, petani dilatih membaca informasi yang rutin diberikan oleh BMKG. Misalnya, informasi terkait prakiraan musim hujan dan kemarau, evaluasi dan prakiraan hujan bulanan kemudian diterapkan dalam menyusun kalender tanam.
“Sekolah Lapang Iklim ini sangat penting bagi masyarakat Kalbar. Petani bisa membaca data dari BMKG untuk menghindari gagal panen,” pungkasnya.

Muat Lebih

Reporter: Bucok

Pos terkait