Baru Tiga Minggu HMS Jadi Pengedar Sabu di Natuna Sudah Diciduk Polisi

Gebraknews-Natuna-Satuan Narkoba Polres Natuna, menangkap satu orang pengedar narkoba jenis sabu, Jumat (08/10/2021) .

Hal tersebut disampaikan Kapolres Natuna AKBP Ike Krisnadian didampingi Kasat Resnarkoba Polres Natuna
AKP. Benny Syahrizal saat jumpa pers di ruang Satintelkam, Senin (11/10/2021) .

Bacaan Lainnya

Kapolres Natuna mengatakan pelaku berinisial HMS (35) ditangkap sekira 16.30 Wib di tepi Jalan Lemang Desa Sungai Ulu, Kecamatan Bunguran Timur saat akan.mengantarkan barang haram tersebut ke suatu tempat.

Petugas langsung mengiring pelaku kerumah kediamanya di kampung Tanjung penjara Desa Sungai Ulu, berhasil mengeledah sabu seberat 16,84 gram merupakan temuan terbesar saat ini.

Paket yang diamankan polisi berupa satu buah bungkus plastik bening berisikan 1 paket sabu 0,82 gram, satu paket besar sabu 5,16 gram, satu paket terbeaar 6,48 gram, 3 paket seberat 3,42 gram, satu paket 0,66 gram dan 0,3 gram sabu.

Selain sabu, juga turut disita barang bukti berupa 1 buah tas pinggang merek polo warna coklat, 1 buah timbangan warna silver, 1 unit sepeda motor Yamaha Mio warna hitam silver Nomor polisi BP 4914 MD, tutur Kapolres Natuna.

Kasat narkoba mengatakan, diketahui pelaku seorang pria warga Bangun sari, Kelurahan Batu 9 Tanjungpinang Timur, Kota Tanjungpinang.

Dihadapan penyidik pelaku mengakui sabu tersebut miliknya dibawa dari Tanjungpinang via kapal laut dan baru tiba di Natuna sekira 3 minggu lalu.

Untuk membongkar sindikat jaringan pengedar sabu ini polisi masih bekerja dalam tahap pengembangan.

lanjutnya, berkas perkara sabu ini secepatnya akan dilimpahkan kepada penuntut hukum kejaksaan negeri Ranai, terang Kasatnarkoba.

Akibat perbuatanya pelaku dijerat pasal 112 ayat 2 junto 114 ayat 2 UU Nomor 35 tahun 2009 tentang tindak pidana narkotika dengan ancaman pidana penjara paling singkat 5 tahun paling lama 20 tahun.

Sementara itu Kapolres Natuna juga  mengimbau generasi Muda dan Pelajar  pelajar di Natuna  untuk tidak terlibat dalam peredaran gelap narkoba atau bahkan menggunakan narkoba.

Ia mengatakan tetap akan berkomitmen dalam penegakan hukum di Kabupaten Natuna. “Saya tidak akan pandang bulu terhadap penindakan bagi penyalahgunaan narkoba, apalagi yang terlibat adalah anggota saya akan saya tindak tegas,” ungkapnya.

Menurutnya, saat ini para Bandar narkoba, mengincar generasi muda untuk dijadikan kurir atau sebagai alat pengedar narkoba, para Bandar narkoba memamfaatkan pemakai atau konsumennya dengan iming-iming gratis menggunakan narkoba dan setelah dosisnya tinggi ( ketagihan, red), pemakaipun terjerat hingga akhirnya menjadi pengedar.

Para Bandar narkoba hanya memantau dari jauh gerak-gerik pengedar atau kurir, karena bandarnya pintar, saat pengedarnya tertangkap bandarnya langsung menghilang.

Kapolres mengharapkan agar  pelajar di Natuna jangan mudah terbujuk dengan pekerjaan seperti ini, karena hasilnya tidak seberapa, malah banyak penyakitnya, kalau ketangkap tidur dihotel perdeo milik Polres.

“Mari kita peduli dengan hal tersebut, mari kita saling mengingatkan agar generasi muda kitaterbebas dari bahaya narkoba,” tuturnya. ( Red)

 

 

Pos terkait