Bertahun-tahun Menyetubuhi Anak Kandung, Akhirnya Dibongkar Teman Korban

Gebraknews.co.id, Labuhanbatu – Bertahun-tahun ‘menyetubuhi’ anak kandung, akhirnya perbuatan bejat si ayah dibongkar teman korban.

Hal ini diungkap Kapolres Labuhanbatu, Sumatera Utara, AKBP Deni Kurniawan SIK MH kepada wartawan, dalam dalam konfrensi persnya Jumat (1/10/2021) pagi.

Dalam keterangannya itu, Deni menyampaikan, terkait tindak pidana persetubuhan terhadap anak dan kekerasan seksual dalam lingkup rumah tangga, dengan tersangka  S (32 tahun), yang  merupakan ayah kandung korban.

Menurut Kapolres, perbuatan yang dilakukan tersangka sejak korban Butet (nama samaran, red), berumur 5 (lima) tahun. Saat itu korban bersama ayah dan ibunya, masih tinggal di Dusun II Barak Pince, Desa Mampang, Kecamatan Kotapinang, Kabupaten Labuhanbatu Selatan.

“Tersangka pertama kali melakukan persetubuhan terhadap diri korban, dengan secara paksa memasukkan kemaluannya ke kemaluan korban. Dari kemaluan korban mengeluarkan darah”, tutur Deni.

Ketika itu,  tersangka merasa ketakutan dan tidak lagi melakukan perbuatannya kepada korban.

Namun lanjut Kapolres, saat korban berusia 10 (sepuluh) tahun, tersangka kembalimelakukan persetubuhan terhadap diri korban. Ketika itu, tersangka bersama kelyarganya  tinggal di Dusun II Pirbun, Desa Mampang Kecamatan Kotapinang . Hingga korban berusia sekitar 13 (tiga belas) tahun.

Dijelaskan Deni, tersangka melakukan aksi ‘bejatnya’ kepada  korban, saat istri dan adik korban tidak berada di rumah. Dari  korban berumur 10 hingga 13 tahun, tersangka 2 (dua) kali dalam 1 (satu) bulan melakukan persetubuhan terhadap diri korban.

“Sabtu 25 September 2021, sekira pukul 21.30 WIB,  korban bercerita kepada temannya berinisial  AJ. Yang menyebutkan, dirinya telah di setubuhi ayahnya (tersangka). Kemudian, AJ menceritakan kepada orangtuanya, terkait dengan yang di alami oleh korban.

Selanjutnya, kata Kapolres, Senin (27/9/2021), sekira pukul 11.00 WIB, orangtua AJ menyampaikan kepada Kepala Dusun, menceritakan apa yang di alami korban. “Mendapat informasi tersebut, Kepala Dusun mengajak Ibu korban  mengadukan ke Polres Labuhanbatu, berkaitan dengan yang di alami korban”, jelas korban.

Atas perbyatan korban terhadap anak kandungnya itu, kata Kapolres, tersangka  S, di kenakan pasal 76D jo pasal 81 ayat (3) Undang-undang Perlindungan Anak. Dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun, maksimal 15 tahun, ditambah 1/3 dikarenakan pelakunya orangtua korban.

Kemudian, pasal 76E jo pasal 82 ayat (2) Undang-undang Perlindungan Anak). Dengan ancaman minimal 5 tahun maksimal 15 tahun, ditambah 1/3 hukuman. Dikarenakan pelakunya/ tersangka orangtua korban (UU Perlindungan Anak, dan Kekerasan Seksual Dalam Lingkup Rumah Tangga. Kemudian pasal 46 dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun (UU Kekerasan Dalam Rumah Tangga).  (Yasmir)

Pos terkait