Bupati Hamid Rizal: Kapal Nelayan Asing Tidak Cocok Untuk Nelayan Natuna

Kapal Nelayan Asing mencuri ikan di perairan Natuna

Batam (Gebraknews)-Bupati Natuna, Drs H Abdul Hamid Rizal menyatakan kebijakan Kementerian Kelautan dan Perikanan yang ingin menghibahkan kapal asing pencuri ikan tidak cocok untuk digunakan nelayan di wilayahnya.

“Masyarakat tidak mampu mengoperasionalkan kapal itu, khususya untuk Natuna,” kata Hamid Riza kepada wartawan di Kota Batam, Kepulauan Riau, Minggu (24/11/2019).

Bacaan Lainnya

Hamid mengatakan semua kebijakan pemerintah adalah baik, seperti penenggelaman kapal menjadi shock therapy yang ampuh. Begitu pun kebijakan hibah kapal untuk nelayan. Namun, kata dia, sayangnya tidak semua nelayan mampu mengoperasionalkannya.

Masyarakat Natuna, kata dia, memiliki kebiasaan mencari ikan pada pagi hari dan pulang sore hari sehingga hanya membutuhkan kapal-kapal berukuran menengah. Sedangkan kapal asing biasanya berukuran besar dengan kebutuhan bahan bakar besar juga, karena sengaja dibuat untuk pelayaran mencari ikan selama berminggu-minggu.

“Susah mengubah budaya masyarakat yang sudah dijalankan bertahun-tahun. Mencari ikan pagi pulang sore,” kata Hamid Rizal.

Jika pun pemerintah ingin memberikan kapal besar itu untuk nelayan di Natuna maka ia berharap pemerintah ikut memeberikan subsidi bahan bakar. “Operasional kapal itu besar, minyaknya bisa berton-ton. Satu kapal membutuhkan minyak puluhan juta. Harus ada bapak angkat,” kata Hamid Rizal .

Mengenai kebijakan pemerintah yang mempertimbangkan larangan penggunaan cantrang, ia mengatakan menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah. Saat ini, tidak ada lagi nelayan di Natuna yang menggunakan cantrang.

“Sebenarnya cantrang merusak, habis ikan-ikan yang kecil. Dulu nelayan Natuna pernah menggunakannya, sejak dilarang sudah tidak ada lagi,” kata Hamd Rizal.

Semenjak penggunaan cantrang dilarang, ikan berkembang biak dengan baik. “Sekarang ikan melimpah di laut Natuna,” kata Hamid Rizal. (red)

 

 

Pos terkait