Bupati Hamid Rizal Minta Provinsi Khusus, Plt Gubenur Kepri Usulkan Natuna Kawasan Khusus

Natuna (Gebraknews)- Bupati Natuna Abdul Hamid Rizan minta Natuna dan Anambas menjadi Provinsi Khusus,  Plt Gubernur Kepri Isdianto mengusulkan Natuna jadi kawasan khusus.

Menurut Hamid Rizal, inginya  berdirinya provinsi khusus untuk meminimalisir pencurian ikan oleh nelayan dan kapal ikan asing di perairan Natuna.

Bacaan Lainnya

“Dengan dijadikannya Natuna sebagai provinsi khusus, maka akan meningkatkan kewenangan dan kemampuan dalam menjaga, mengelola, dan turut serta mengawal wilayah pantai dan laut di Natuna,” kata Hamid Rizal, Sabtu,(4/1/ 2020).

Usul ini disampaikan Hamid menyusul peristiwa masuknya kapal-kapal Cina ke perairan Natuna yang dianggap mengganggu kedaulatan Indonesia.

Hamid Rizal merujuk Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Dalam beleid ini, pemerintah kabupaten/kota tak memiliki kewenangan terhadap wilayah perairan laut. Akibatnya Pemerintah Kabupaten Natuna pun tak bisa berbuat banyak untuk menjaga dan mengelola wilayah perairan tersebut.

Khusus penjagaan, kata dia, juga bisa lebih maksimal di wilayah perbatasan. Selama ini, kawasan tersebut termasuk kewenangan Provinsi Kepulauan Riau.

Hamid Rizal mengakui masuknya kapal-kapal nelayan dan coast guard Cina ke perairan Natuna adalah bentuk gangguan terhadap kedaulatan RI. Dia mendukung penuh sikap Tentara Nasional Indonesia dan Kementerian Pertahanan menempatkan kekuatan yang lebih besar di Natuna.

Dia pun mengimbuhkan, Pemerintah Kabupaten Natuna dan warga masyarakat siap sedia mempertahankan kedaulatan RI di sana dengan kemampuan dan sumber daya yang ada.

Semntara itu Plt Gubenur Kepri, Isdianto menilai Natuna tidak pas untuk dijadikan provinsi. Menurut dia, Natuna yang merupakan pulau terdepan di indonesia lebih pas dijadikan kawasan khusus.

Antisipasi Kapal Asing, Natuna Lebih Cocok Jadi Kawasan Khusus Usulan menjadi kawasan khusus tersebut dinilai lebih pas untuk memaksimalkan pemanfaatan dan untuk menjaga kawasan Zona Ekonomi Eksklusif ( ZEE) Indonesia.

Sebab, ZEE Indonesia di Natuna kerap dimasuki Coast Guard China, kapal pengawasan perikanan China serta nelayan China itu sendiri.

“Kalau (jadi) provinsi saya nilai tidak maksimal, namun jika kawasan khusus itu baru pas dan lebih tepat sasaran,” kata Isdianto kepada Wartawan di Bandara Raden Sajad Ranai, Rabu (8/1/2020).

Menurut dia, ada sejumlah alasan Natuna perlu jadi kawasan khusus.

  1. Wilayah terdepan, berbatasan dengan banyak negara Menurut dia, Natuna layak ditetapkan sebagai kawasan khusus karena memiliki karakteristik yang berbeda dengan daerah lainnya di Indonesia. Selain memiliki banyak pulau, natuna juga merupakan pulau terdepan yang banyak bersinggungan langsung dengan negara lain seperti Malaysia, Vietnam, Thailand dan China sendiri walaupun terbilang jauh dari tiga negara lainnya. Bahkan sejumlah pulau merupakan titik koordinat batas wilayah Indonesia dengan berbagai negara.
  2. Sumber daya alam dan potensi pariwisata Belum lagi sumber daya alamnya, seperti yang diketahui yakni cadangan migas yang melimpah, sumber laut seperti perikanan hingga wisata baharinya yang memiliki pesona eksotis yang luar biasa. Hal ini sehingga dianggap perlu menjadi perhatian khusus untuk kepentingan bangsa dan negara.

“Tanpa disadari Wajah Indonesia di bagian utara ini juga memiliki pantai yang memesona sehingga layak dikembangkan sektor wisata baharinya,” ujar Isdianto.

  1. Meningkatkan ekonomi dan pertahanan laut Lebih jauh Isdianto mengatakan bahwa sektor pertahanan dan keamanan negara di daerah perbatasan seperti Natuna seharusnya bangkit beriringan dengan sektor perekonomian, pendidikan, kesehatan, perikanan serta kelautan, komunikasi dan pariwisata.

“Potensi Natuna harus mampu dikelola secara maksimal untuk kepentingan bangsa dan negara, sekaligus memperkuat sendi-sendi pertahanan keamanan negara di pulau terdepan,” kata Isdianto.

 

Pos terkait