Bupati Natuna Cen Sui Lan Pasang Baliho Raksasa di Batam, Masyarakat Nilai Pemborosan Anggar

Baleho Raksasa Bupati Natuna di Kota Batam (2025/4/4)Jas

Gebraknews.Com, Batam- Presiden Prabowo baru-baru ini menginstruksikan seluruh jajaran pemerintahan, baik di tingkat pusat maupun Provinsi dan Kabupaten, untuk melakukan efisiensi anggaran. Namun, di tengah seruan tersebut, publik dikejutkan oleh pemasangan baliho besar-besaran di Kota Batam yang menampilkan sosok Bupati Natuna, Cen Sui Lan tanpa ada foto Wakil bupati Natuna Jarmin Sidik dan Sekda Natuna Boy Wijanarko .

Baliho berukuran cukup lumayan besar tersebut terlihat di beberapa titik strategis di Kota Batam, menampilkan wajah Cen Sui Lan dengan bertuliskan ucapan ‘Selmat Hari Raya Idul Fitri 1446 HijriahMohom Maf Lahir Batin’ . Hal ini menimbulkan pertanyaan di kalangan masyarakat terkait urgensi dan manfaat pengeluaran dana daerah untuk kepentingan yang dinilai tidak mendesak.

Bacaan Lainnya

Sejumlah pihak mengkritik langkah tersebut, mengingat Presiden Prabowo telah meminta agar anggaran pemerintah lebih difokuskan pada program-program prioritas seperti pembangunan infrastruktur, kesejahteraan masyarakat, dan peningkatan layanan publik.

“Sangat disayangkan jika anggaran daerah digunakan untuk kepentingan personal atau pencitraan, apalagi dalam skala besar seperti ini,” ujar Puat warga Natuna yang tinggal di Batm, Jum’at (4/4/2025).

Secara langsung, pemasangan baliho besar di Batam oleh Bupati Natuna, Cen Sui Lan, tidak memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Natuna. Beberapa pertimbangan terkait hal ini:

  1. Tidak Berdampak Langsung pada Kesejahteraan Masyarakat

Alih-alih digunakan untuk program yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dana yang digunakan untuk pemasangan baliho hanya bersifat promosi. Sementara itu, masyarakat Natuna mungkin lebih membutuhkan perbaikan infrastruktur, layanan kesehatan, dan pendidikan.

  1. Efektivitas Anggaran yang Dipertanyakan

Jika anggaran yang digunakan untuk baliho berasal dari dana pemerintah daerah, seharusnya bisa dialokasikan untuk program yang lebih bermanfaat bagi warga Natuna. Misalnya, bantuan sosial, subsidi transportasi, atau peningkatan sektor perikanan dan pariwisata yang merupakan sektor utama di Natuna.

  1. Tidak Menambah Investasi atau Pariwisata

Jika tujuan pemasangan baliho adalah untuk memperkenalkan Natuna kepada masyarakat Batam dan investor, pendekatan ini kurang efektif. Promosi wisata atau investasi lebih baik dilakukan melalui pameran, kerja sama dengan pengusaha, serta pengembangan infrastruktur yang mendukung industri lokal.

  1. Meningkatkan Popularitas Pejabat, Bukan Daerah

Dalam banyak kasus, baliho seperti ini lebih sering dimanfaatkan untuk pencitraan politik daripada promosi daerah. Jika memang ingin mengangkat nama Natuna, seharusnya yang dipromosikan adalah potensi alam dan ekonominya, bukan sekadar wajah pejabatnya.

Kesimpulannya, tanpa adanya manfaat konkret bagi masyarakat, pemasangan baliho besar di Batam lebih terlihat sebagai pemborosan anggaran dibandingkan sebagai langkah strategis untuk pembangunan Natuna.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari Bupati Natuna terkait kritik yang muncul. Masyarakat pun menantikan transparansi terkait penggunaan anggaran dalam pemasangan baliho tersebut. (Red)

 

Pos terkait