Gebraknews.co.id, Pasaman Barat – Suasana duka menyelimuti Nagari Sinuruik, Kecamatan Talamau, saat Bupati Pasaman Barat, Yulianto, kembali mengunjungi lokasi bencana tanah longsor yang menelan korban jiwa. Pada Jumat (5/12), dalam kunjungan yang diwarnai doa bersama, Bupati Yulianto tampak tak kuasa menahan air mata melihat kondisi warganya yang masih berjuang menghadapi musibah.
Kehadiran Bupati tidak sekadar memastikan bantuan tersalurkan, tetapi juga menjadi bentuk kedekatan emosional antara pemimpin dan masyarakat yang sedang mengalami masa sulit. Dalam rombongan itu hadir Wakil Bupati M. Ihpan, Ketua TP-PKK Pasbar, Kaban Kesbangpol Yosmar Difia, Kaban DPKAD Zulfi Agus, Kadis PUPR Bambang Sumarsono, Kadis Kominfo Armen, Kadis Perhubungan Bakaruddin, Kabag Kesra Getri Ardenis, serta komunitas Off-Road, awak media, dan sejumlah unsur sosial lainnya.
Setibanya di titik longsor, Bupati Yulianto langsung meninjau pekerjaan alat berat dan memastikan evakuasi berjalan tanpa hambatan. Hingga saat ini, tiga korban masih dinyatakan belum ditemukan. Setelah memastikan kesiapan tim gabungan, rombongan kemudian menggelar doa bersama yang dipimpin Kabag Kesra, Getri Ardenis. Suasana hening berubah menjadi haru ketika doa dipanjatkan, dan air mata Bupati pun tak terbendung.
“Melihat kondisi yang menimpa masyarakat kami, hati saya hancur. Ini adalah ujian berat bagi kita semua,” tutur Yulianto dengan suara bergetar.
Ia juga berharap agar keluarga korban diberi kekuatan serta tim pencarian dimudahkan dalam upayanya. “Semoga Allah SWT meringankan beban keluarga korban dan mempermudah tim menemukan saudara kita yang masih tertimbun,” tambahnya.
Keheningan lokasi bencana semakin terasa saat Getri Ardenis melantunkan azan tepat di titik tempat para korban tertimbun. Suara azan yang menggema di lembah yang rusak itu memunculkan isak tangis dari rombongan, komunitas Off-Road, awak media, hingga warga yang menyaksikan langsung. Lantunan itu menjadi bentuk penghormatan terakhir bagi korban sekaligus pengingat akan beratnya perjuangan tim di lapangan.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati Yulianto juga menegaskan agar proses evakuasi dilakukan dengan maksimal tanpa mengenal lelah. Ia menekankan bahwa keluarga korban memiliki hak untuk segera mendapatkan kepastian. Selain pencarian, ia menempatkan dua hal sebagai prioritas utama: memastikan kebutuhan warga terdampak terpenuhi, terutama bagi pengungsi, dan menjaga kesehatan masyarakat di lokasi bencana melalui kesiagaan tim medis selama 24 jam.
Bupati turut menyampaikan terima kasih kepada Forkopimca Talamau, para Ninik Mamak, tokoh masyarakat, dan seluruh pihak yang sudah berperan dalam penanganan bencana sejak hari pertama. Ia menegaskan bahwa dukungan dan kebersamaan semua pihak menunjukkan bahwa musibah ini adalah tanggung jawab bersama.
(Roni Pasrah)








