Gebraknews.co.id, Tanjungpinang – Kawasan Rimba Jaya di Jalan Gudang Minyak, Kelurahan Kemboja, Tanjungpinang Barat, kini tampak lengang. Padahal, tempat ini dulunya dikenal sebagai salah satu pusat keramaian malam hari di ibu kota Provinsi Kepulauan Riau.
Warga sekitar lebih dulu mengenalnya dengan sebutan “Pabrik Papan”. Sesuai namanya, kawasan itu dulu merupakan lokasi industri pengolahan kayu dan pembuatan papan. Seiring waktu, pabrik tutup dan lahannya diubah menjadi kawasan wisata kuliner dan sarana hiburan keluarga, lengkap dengan area permainan dan olahraga.
Namun, geliat Rimba Jaya perlahan memudar. Suasana yang dulu ramai oleh pedagang dan pengunjung, kini tak lagi terlihat. Deretan kios tampak tutup, hanya beberapa saja yang masih bertahan.
“Iya, dulunya ini dikenal sebagai Pabrik Papan karena ada kegiatan produksi papan. Sekarang sudah lama jadi Rimba Jaya. Tapi sekarang sepi, kios banyak yang tutup,” ujar Ciko, salah satu warga yang ditemui di lokasi.
Menurut Ciko, saat awal dibuka, Rimba Jaya menjadi magnet bagi warga yang ingin menikmati suasana malam sambil mencicipi ragam kuliner. “Ramai dulu, jadi tempat nongkrong favorit. Tapi sekarang, tinggal beberapa saja yang buka,” tambahnya.
Ciko menilai, salah satu penyebab turunnya minat pengunjung adalah kebijakan parkir yang memberatkan.
“Dulu masuk bebas, sekarang harus bayar tiket masuk dan parkir. Orang jadi mikir dua kali mau ke sini. Apalagi kalau cuma sekadar makan atau duduk-duduk,” katanya.
Rimba Jaya, yang dulu sempat jadi ikon baru hiburan malam di Tanjungpinang, kini butuh perhatian. Tanpa pembenahan dan kebijakan yang mendukung, bukan tak mungkin tempat ini akan tinggal nama, seperti “Pabrik Papan” yang kini hanya tersisa dalam ingatan warga Tanjungpinang.








