Dari Winter Sonata ke Mount Sorak, dan Makanan Halal Korea

Catatan Asro Kamal Rokan

SEKITAR dua jam perjalanan dari Seoul, melewati lereng gunung, jembatan, dan sungai berair jernih, kami sampai di Misiryeongyet-gil, Toseong-myeon, Goseong, Gangwon. Suhu udara sangat dingin, meski salju telah berakhir sebulan sebelumnya.

Bacaan Lainnya

Kawasan wisata ini indah. Mount Sorak, puncak tertinggi dari Rangkaian Pegunungan Taebaek, menjulang di belakang resort Del Pino, yang kami tempati. Dari balkon, terhampar lapangan golf seperti lukisan dalam garasi warna yang harmoni.

Desember hingga Maret, gunung Sorak dilapisi salju. Saat itu, banyak pengunjung main ski. Pada musim gugur, dedaunan berwarna-warni, merah dan kuning. Gunung Seorak jadi cagar alam November 1965, termasuk Taman Nasional Gunung Seorak. Luas taman nasional ini 398,539 km.

Kami di resort ini semalam, Sabtu, 9 April 2016, dalam rangkaian sosialisasi, edukasi, promosi, dan asistensi sertifikasi halal di Korea Selatan selama sepekan. Sosialisasi kerja sama Ini Halal Korea Inc –lembaga bisnis dan perdagangan Korea — dengan LPPOM MUI.

Kerja sama ini untuk mempermudah sertifikasi halal produk-produk Korea yang masuk ke Indonesia. Selain Direktur LPPOMUI Lukmanul Hakim, Kepala BPOM Roy A. Sparinga, juga hadir Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, KH Ma`ruf Amin. Delegasi juga bertemu Menteri Agriculture, Food and Rural Affair, dan berdialog di Seowan University.

Bunga blossom (sakura) di Seoul. (Foto AKR)

Mayoritas penduduk Korea, sekitar 56 persen dari 51,4juta jiwa, tidak memiliki agama. Sekitar 27, 6 persen Kristen dan 15,5 persen Budha Korea. Penganut Islam diperkirakan sekitar 150 ribu orang, terdiri dari pendatang dan penduduk asli. Namun, Korea belakangan ini sangat gencar mempromosikan produk halal.

Mereka juga memerlukan sertifikasi halal atas produk-produk yang mereka ekspor ke negara-negara mayoritas Muslim, seperti Indonesia, Malaysia, dan Timur Tengah. Sertifikasi halal menjadi pasar besar bagi Korea. Tidak heran, setiap tahun mereka menyelenggarakan Korea Halal Expo. Malaysia, Singapura, dan sejumlah negara Arab sangat aktif dalam industri halal di Korea.

Data kementerian pertanian Korea menyebutkan, ekspor halal pada 2010-2014 mengalami kenaikan pesat, 69,3 persen dengan nilai lebih dari Rp 11,9 triliun. Ini melampaui pertumbuhan 51,5 persen pada ekspor pertanian dan makanan secara keseluruhan. Ekspor antara lain ke Negara Teluk, Indonesia, Malaysia, dan Iran. Tahun 2017, Korea berharap ekspor produk makanan halal mencapai 1,5 miliar dolar AS.

Berbagai kegiatan sosialisasi halal mereka lakukan. Tahun lalu di Seoul dilaksanakan seminar dan pelatihan yang bertema ‘Halal untuk Profesional’. Seminar ini menjelaskan bahwa seorang profesional dapat menjadi pelopor di pasar ekspor Korea ke negara-negara berpenduduk Islam.

Selain produk halal, Korea juga menarik turis Muslim dengan memperbanyak restoran dan rumah makan bersertifikat halal, yang dikeluarkan Korea Muslim Federation Halal Committe. Data Korea Trade-Investment Promotion Agency (Kotra) saat ini ada 114 restoran Muslim di Korea. Jumlah ini terus meningkat.

Kami makan malam di restoran seafood Ilchubong, yang luas, strategis, dan ramai di wilayah Sokcho-Si, Gangwon-Do. Pemiliknya, Yoo Sung Park, bangga memperlihatkan sertifikat halal di dinding depan restorannya.

Tidak saja di dalam kota, di tempat wisata ternama di Nami Island –pulau wisata yang ramai dikunjungi dan populer tempat penggambilan gambar sinetron Winter Sonata– terdapat beberapa restoran halal, di antaranya Asian Food dan Asian Cuisine Dongmoon.

Restoran bersertifikat halal di pusat pulau ini, umumnya menyediakan makanan Korea, Cina, Indonesia, dan Malaysia. Restoran itu juga menyediakan ruang untuk sholat. Bahkan, di Gedung Baplex dekat Asian Cuisine, terdapat mushola ukuran 144m, yang dilengkapi kompas kiblat dan fasilitas wudhu.

Pualau Nami, tempat pengambilan gambar sinetron Winter Sonata. (Foto AKR)

Pulau buatan ini berdiameter enam kilometer. Menaiki bus dari Seoul memakan waktu sekitar satu jam setengah sampai ke Dermaga Gapyeong. Dari dermaga ini ke Pulau Nami, setelah membeli tiket, naik kapal feri menyeberangi Sungai Han, sekitar sepuluh menit.

Nami Island terkenal di dunia, termasuk di Indonesia, melalui drama serial Winter Sonata — kisah cinta sepasang kekasih yang karena kecelakaan, tokoh utama pria mengalami amnesia. Drama televisi yang dibintangi Bae Yong-jun dan Choi Ji-woo, mengambil lokasi di Nami Island. Bahkan, patung dua sejoli bintang Korea itu dipajang di pulau ini– sebagai objek foto para pengunjung.

Ini kali keempat saya di Korea — selalu menyenangkan, meski tidak bertemu daun-daun, pepohonan, dan tanah diselimuti salju, seperti serial drama Winter Sonata. ( Asro Kamal Rokan)

Asro Kamal Rokan adalah wartawan senior. Mantan Pemimpin Redaksi Republika dan mantan Pemimpin Umum LKBN Antara.
   Anggota Dewan Kehormatan PWI Pusat, Ketua Ikatan Setiakawan Wartawan Malaysia-Indonesia (ISWAMI) Indonesia.

Pos terkait