Disidangkan di Pengadilan Negeri Rantauprapat, Man Batak Gembong Narkoba dari Labuhanbatu Terancam Hukuman Mati

Gebraknews.co.id, Labuhanbatu – Disidangkan di Pengadilan Negeri Rantauprapat, gembong narkoba asal kota Rantauprapat, Labuhanbatu, Sumatera Utara, atas nama terdakwa Irman Pasaribu alias Man Batak, terancam hukuman mati.

Pengadilan Negeri (PN) Rantauprapat, Kamis (7/10/2021) pagi, mengelar sidang perdana mendengarkan pembacaan surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Labuhanbatu, Rawatan Manik dan Maulita Sari dalam kasus dugaan kepemilikan narkotika jenis sabu, atasnama terdakwa  Irman Pasaribu alias Man Batak.

Di depan sidang majelis hakim dipimpin hakim ketua, Delta Tamtama, JPU mendakwa terdakwa Irman Pasaribu  melanggar pasal 114 ayat 2 Undang – undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Dalam persidangan ini, Irman Pasaribu mengikuti sidang secara online (daring),tanpa pendampingan kuasa hukum.

Hakim ketua sekaligus Ketua Pengadilan Negeri Rantauprapat, Delta Tamtama menjelaskan, dari dakwaan JPU, Irman Pasaribu alias Man Batak dijerat dengan Undang-undang Narkotika pasal 114 dan terancam hukuman mati.

“Dari dakwaan JPU ke satu, yaitu pasal 114 ayat 2 Undang – undang RI nomor 35 tahun 2009, dengan ancaman tertinggi hukuman mati,” kata Delta kepada wartawan seusai dirinya memimpin sidang kasus Irman Pasaribu tersebut.

Dalam kesempatan ini, Delta menjelaskan, sidang perdana atasnama terdakwa Irman Pasaribu, dia tidak didampingi kuasa hukum. Karena kyasa hukumnya berhalangan hadir. Namun pihaknya tetap melanjutkan pembacaan surat dakwaan, karena terdakwa setuju sidang dilanjutkan.

“Sudah kita tanyakan kepada terdakwa bisa dilanjutkan, dan ia menjawab bisa, kemudian kita lanjutkan dengan pembacaan dakwaan. Ya, sidang akan dilanjutkan hari Kamis depan tanggal 14 Oktober 2021 dengan agenda keberatan dari terdakwa,” jelas Delta.

Sebelumnya, Polda Sumatera Utara, menangkap buronan kasus kepemilikan narkotika jenis sabu seberat 5 kilogram, Irman Pasaribu di Jalan Jenderal Sudirman Kotapinqng, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Sabtu (9/1/2021) siang.

Tersangka ditangkap bersama dua orang lainnya yakni KH dan LY di dalam mobil dengan barang bukti lima bungkus plastik berisikan sabu. Irman sempat kabur, Minggu (10/1/2021) dini hari, ketika Polisi melakukan pengembangan.

Irman Pasaribu dikenal dengan julukan Man Batak, merupakan salah satu gembong yang mengendalikan peredaran narkoba di Kabupaten Labuhanbatu selama satu dekade (sepuluh tahun). Pekerjaan itu dia lakoni usai menjadi pekerja migran di negeri jiran Malaysia.

Ia memiliki pangsa pasar besar narkoba yang luas melalui jaringannya. Bahkan saking besarnya penghasilan mampu mengumpulkan kekayaan mencapai puluhan miliar rupiah.

Seusai menetapkan Irman Pasaribu alias Man Batak sebagai tersangka, Kamis (11/2/2021), Kapolda Sumatera Utara, Irjen Martuani Sormin, kepada wartawan kala itu menjelaskan, ada 14 sertifikat tanah milik tersangka disita. Kita akan serahkan ke pengadilan. Biar pengadilan yang memutuskan.

“Itu sertifikat, kemudian ada mobil juga kita sita. Ada mobil Expander, Rubicon, Pajero, L-200, serta satu unit CRV. Uang yang kita sita sekitar Rp 500 juta dari rekening tersangka,” sambung Martuani. (Yasmir)

Pos terkait