DLH Batam Sambut Baik Operasi Interpol dan Tim Bakamla RI Minimalisir Pembuangan Limbah Minyak di Laut

Gebraknews.co.id, Batam – Kolonel Joni Junaidi dari Badan Keamaman Laut (Bakamla) RI bersama tim yang terdiri dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Direktorat Perhubungan Laut (Dir Hubla), Mabes Polri, Lanal, LAPAN RI dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menggelar rapat kordinasi dengan Interpol di Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam dalam rangka membahas dan mendeteksi adanya dugaan pencemaran limbah minyak (oil spill) di perairan Batam-Bintan, Kamis (15/4/2021).

Bacaan Lainnya

Untuk diketahui, Interpol saat ini tengah melaksanakan kegiatan fase taktikal operasi interpol 30 days at sea 3.0 di wilayah Bintan dan Batam.

Hal ini menyusul maraknya kapal-kapal yang berlayar di perairan internasional yang membuang limbah minyak sembarangan di laut. Sebagai garda terdepan, Bakamla RI dan institusi terkait intens memantau dan menindak pelanggan oill spill tersebut.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam, Dr. Herman Rozie menyambut baik kegiatan ini. Sebelumnya, memang acap ditemukan, pantai-pantai kawasan wisata di wilayah Batam-Bintan tercemar minyak hitam. Herman Rozie berharap dengan adanya operasi ini dapat meminimalisir pencemaran.

“Tentunya Pemerintah Kota Batam berharap dengan adanya operasi ini membawa dampak positif dan berkurangnya tingkat pencemaran laut,” kata Herman melalui ketarangan tertulis kepada Gebraknews.co.id.

Menurut Herman, dengan berkurangnya limbah di laut, selain menjaga ekosistem, pantai-pantai yang menjadi objek wisata juga akan lebih bersih.
“Ini sejalan dengan program Wali Kota Batam H.M. Rudi yang sedang giat-giatnya mengembangkan Batam sebagai kota wisata disamping sebagai kota industri,” tuturnya. (GN)

Pos terkait