Dua Pegangan Hidup

Dr. Herman Rozie bersama ibundanya. F: Dokpri

Catatan Ifan Tanjung

 

Bacaan Lainnya

Tiap-tiap orang memiliki prinsip dan pegangan hidup. Bilamana terpaan badai kehidupan membuatnya terombang-ambing, niscaya pegangan itulah yang dapat menuntun dan mengarahkan kepada jalan yang semestinya.

Tadi siang penulis bercengkrama panjang dengan Dr. Herman Rozie, tokoh muda kelahiran Kampar, Riau yang kini menjabat sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam.

Dalam perbincangan itu, Bang Hero, begitu ia karib disapa, berbagi pengalamannya yang puluhan tahun mengecap asam garam menjadi birokrat.

Ada poin menarik yang penulis tangkap. Diantaranya, Hero berkisah, sejak dahulu hingga kini, dalam berbagai keadaan dia tak lepas dari dua hal ini: Berbakti dan mengandalkan do’a restu orangtua serta berprasangka baik kepada Tuhan.

Tak ada do’a yang paling mustajab melainkan do’anya Ibu kita. Ridho orangtua adalah juga ridhonya Tuhan.
Hal tersebut nampaknya diilhami benar oleh Dr. Herman Rozie.

Dr. Herman Rozie, Kadis DLH Kota Batam.  F:Dokpri

“Jika ibu saya bilang tidak terhadap suatu keputusan saya, keputusan tersebut pasti saya urungkan. Demikian juga sebaliknya, jika ibu menyuruh sesuatu, apapun itu akan saya upayakan,” kata Hero saat berbincang dengan penulis di bilangan Tiban, Sabtu (13/2/2021).

Saat berbicara tentang orangtuanya, Bang Hero begitu bersemangat. Tersirat makna betapa anak keempat dari sembilan bersaudara itu begitu takzim kepada kedua orangtuanya.

“Sembilan bulan ibu mengandung kita, tidak dapat dipungkiri kita ini adalah bagian darinya. Sehingga ikatan batin antara kita dengan ibu begitu kuat. Meskipun kita tidak berkata, yang kita rasakan akan sampai kepada ibu kita. Saya selalu berpegang teguh kepada nasehat ibu. Do’a ibu lah yang membawa saya hingga ke posisi saat ini,” tukuknya.

Berprasangka Baik Kepada Tuhan

Selain berbakti dan mengharapkan doa restu orangtua, berprasangka baik kepada Tuhan adalah hal yang mesti bagi Bang Hero

Apa pun yang terjadi dalam hidup pasti selalu ada hikmahnya. Tuhan mungkin tidak memberi seperti yang kita inginkan. Tetapi Tuhan tau apa yang kita butuhkan. Begitu kata Dia.

Hero, merasakan betul pasang surutnya keadaan sejak dulu. Tentu dia tidak serta merta berada pada posisi yang diembannya saat ini.

Namun meski demikian, dalam berbagai keadaan dia berupaya untuk tetap berhusnuzhon kepada Sang Pencipta.

Pernah naik turun dalam karir, lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) ini selalu berprinsip, apapun yang terjadi dalam hidup pasti ada kebaikan yang digariskan Tuhan.

“Saya pernah naik dan turun dalam karir. Ketika turun, ada hikmah yang saya petik waktu itu, saya beroleh sedikit waktu luang sehingga dapat menyelesaikan pendidikan hingga S3,” paparnya.

Demikianlah Tuhan menggariskan takdir. Prinsip Hero untuk tetap berprasangka baik kepada yang maha kuasa membuahkan hasil.

Beroleh gelar Doktor di IPDN, Bang Hero yang pernah menjadi Camat di Kecamatan Lubuk Baja ini, dipercaya menjadi pimpinan beberapa dinas. Kepala Dinas Perkimtan hingga Lingkungan Hidup.

Ia berkomitmen, selama masih ada kesempatan tetap mengabdikan diri kepada masyarakat.
“Ilmu yang saya peroleh selama jadi birokrat dan menempuh pendidikan harus saya aplikasikan,” tuturnya.

Generasi muda, kata Bang Hero, cobalah berpegang kepada dua hal tadi untuk memperoleh kemudahan dalam hidup.
“Yang juga tidak kalah penting adalah ketekunan dan berani mengambil resiko,” tutupnya.

Herman Rozie bersama ibundanya. F: Dokpri

Pos terkait