Gedangsewu Pare Kediri Berdikari Kelola Sampah, Kades Dorong TPS3R Terus Berkembang

Kepala Desa Gedangsewu, Ruslam. (Foto: Heru)

Gebraknews.co.id, Kediri – Pengelolaan limbah rumah tangga di Desa Gedangsewu, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri menjadi contoh sukses dalam penerapan manajemen sampah berkelanjutan.

Melalui Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) yang dikelola secara baik, Kepala Desa Gedangsewu, Ruslam atau yang akrab disapa Cak Roes, menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Bacaan Lainnya

“Selain pengelolaan oleh TPS3R, penting bagi warga untuk tidak membuang sampah ke sungai. Hal ini sejalan dengan upaya normalisasi sungai yang dilakukan Pemkab Kediri untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan,” ujarnya.

Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) di Desa Gedangsewu. (Foto: Heru)

TPS3R Gedangsewu menerapkan konsep 3R, yaitu mengurangi (reduce) timbulan sampah sejak dari sumbernya, menggunakan kembali (reuse) barang-barang yang masih layak pakai, dan mendaur ulang (recycle) sampah menjadi produk bermanfaat. Warga juga didorong untuk memilah sampah organik dan anorganik di rumah masing-masing guna memudahkan proses pengolahan. Sampah organik diolah menjadi pupuk kompos, sementara sampah anorganik seperti plastik, kertas, logam, dan kaca didaur ulang menjadi bahan baku baru.

Ketua KPP/KSM TPS3R Gedangsewu Sejahtera, Sugeng Priyanto, menjelaskan bahwa pihaknya tidak hanya mengelola limbah rumah tangga, tetapi juga limbah pabrik.

“Kami memilah sampah yang memiliki nilai ekonomi. Sampah dedaunan kami olah menjadi pupuk organik agar residu yang tersisa seminim mungkin,” ungkap Sugeng.

Setiap hari, TPS3R Gedangsewu menerima sekitar satu ton sampah dari masyarakat dengan dukungan sepuluh armada pengangkut yang beroperasi di berbagai wilayah.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah (B3) Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kediri, Arman Fuadi, menjelaskan pentingnya penerapan eco lindi dalam pengelolaan sampah untuk mengurangi bau menyengat.

“Eco lindi sudah diaplikasikan di beberapa TPS3R, termasuk di Desa Gedangsewu. Testimoninya positif, bau berkurang dan jumlah lalat menurun,” jelasnya.

Teknologi eco lindi sendiri ditemukan oleh Rania Naura Anindita, mahasiswi Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) pada tahun 2021. “Satu bulan ini kami aplikasikan di TPA, dan alhamdulillah bau serta lalat berkurang,” tambah Arman.

Ke depan, cakupan pengelolaan TPS3R Gedangsewu akan diperluas hingga ke luar desa. “Kami terbuka bagi warga luar Gedangsewu untuk bergabung dalam program ini. Harapan kami, TPS3R dapat mengelola sampah lebih efektif dan mampu memproduksi biji plastik daur ulang sendiri,” pungkas Cak Roes.

Penulis: Heru
Editor: R. Piliang

Pos terkait