Gebraknews.co.id, Tanjungpinang – Udara pagi di Jalan Ganet, Kelurahan Pinang Kencana, Jumat (24/10/2025), terasa berbeda. Di bawah tenda sederhana yang berdiri di pinggir jalan, puluhan warga duduk melingkar bersama sejumlah aparat kepolisian. Suasana santai, tapi hangat dan penuh perhatian. Tak ada jarak antara polisi dan masyarakat. Itulah nuansa yang tercipta dalam kegiatan “Jumat Curhat” yang digelar Polsek Tanjungpinang Timur.
Kegiatan yang menjadi bagian dari program Polresta Tanjungpinang ini bukan sekadar pertemuan rutin. Di sini, masyarakat bisa berbicara langsung, menyampaikan keluhan, masukan, dan bahkan harapan mereka tentang keamanan di lingkungan masing-masing.
Di tengah senyum ramah dan sapaan hangat, Kapolsek Tanjungpinang Timur, AKP Ahmad Syahputra, membuka acara dengan penuh rasa syukur.
“Alhamdulillah, pagi ini kita bisa berkumpul dan bersilaturahmi. Terima kasih kepada warga Pinang Kencana yang sudah meluangkan waktu untuk hadir,” ucapnya tulus.
Bagi Ahmad, kegiatan Jumat Curhat bukan sekadar forum komunikasi, melainkan ruang keakraban untuk meneguhkan kembali kepercayaan masyarakat kepada kepolisian.
“Kami ingin lebih dekat dengan masyarakat. Karena menjaga keamanan bukan hanya tugas polisi, tapi tanggung jawab bersama. Mari kita semua jadi polisi bagi diri sendiri,” ujarnya sambil tersenyum.
Satu per satu warga angkat bicara. Ada yang menyinggung soal keamanan lingkungan, ada pula yang membahas perlunya penerangan jalan di gang sempit. Semua disampaikan dengan lugas dan ditanggapi langsung oleh Kapolsek. Tak ada kesan formal atau kaku—semuanya mengalir seperti percakapan antar tetangga.
Di sela-sela diskusi, AKP Ahmad Syahputra memperkenalkan dirinya sebagai Kapolsek baru. Ia menegaskan komitmennya untuk melanjutkan tradisi sinergi dan kedekatan Polsek Tanjungpinang Timur dengan masyarakat.
“Kita punya Bhabinkamtibmas, Bhabinsa, dan pamong wilayah. Tapi yang paling penting adalah peran warga. Kalau kita bersinergi, saya yakin wilayah ini akan tetap aman dan nyaman,” katanya.
Ia pun mengajak masyarakat untuk menghidupkan kembali Siskamling di lingkungan masing-masing. Menurutnya, sistem keamanan berbasis warga adalah kunci menciptakan ketertiban yang berkelanjutan.
“Kalau ronda malam aktif, warga saling mengenal, maka potensi gangguan bisa kita cegah sejak awal,” tambahnya.
Kegiatan yang berlangsung lebih dari satu jam itu ditutup dengan suasana penuh keakraban. Sebelum bubar, polisi membagikan paket sembako kepada warga yang membutuhkan, bukan sekadar simbol bantuan, tapi wujud kepedulian.
Warga pun terlihat antusias. Beberapa di antaranya menyalami Kapolsek sambil menyampaikan ucapan terima kasih.
“Biasanya kami hanya lihat polisi patroli, sekarang bisa duduk ngobrol langsung. Rasanya lebih dekat,” ujar seorang warga, sambil tersenyum puas. (M. Holul)








