Hentikan Kebiadaban Israel Terhadap Palestina, Berbagai Upaya Nyata Harus Dilakukan

Oleh: Ahmad Tarmizi, S.Kom, Ketua Bidang Infokom Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Kepri

Melihat fenomena saat ini yang telah terjadi di Palestina, tentu membuat setiap yang mempunyai hati akan terenyuh dengan duka mendalam. Melihat darah berceceran, anak-anak terbunuh di dalam rumahnya sendiri, reruntuhan bangunan menghimpit hingga mematahkan kaki dan tangan bahkan kepala warga Gaza Palestina. Betapa tidak, ini fakta di depan mata yang dengan mata telanjang kita saksikan bersama. Kalimat apa yang harus diucapkan dalam mengutarakan kebiadaban pembunuhan ini.

Bacaan Lainnya

Apakah mungkin sebagai ummat Islam yang terdidik dan memiliki nalar positif, mampu mengutarakan dengan jelas kejahatan ini untuk dibiarkan begitu saja? Harusnya tidak akan terjadi pembiaran seperti ini. Kita melihat beredar video warga Israel laknatulloh, menari, bersorak dan menyanyikan lagu kebahagiaan atas telah hancurnya kota suci Ummat Islam itu. Sungguh, ini menyulut semangat jihad dalam hati.

Namun, sebagai Pemuda Islam yang menjadi amunisi dalam perjuangan adalah semangat untuk melawan dengan pemikiran dan harapan. Sebagai pemuda, tentunya kami tidak akan diam untuk meneriakkan selantang-lantangnya bahwa kebiadaban yang telah dilakukan oleh Zionist Israel terhadap Kota suci kami Ummat Islam khususnya akan kita pertahankan dengan kemampuan kita yang ada.

Masih terdengar pekik takbir saat seorang anak ditangan kanannya memegang sebongkah batu, dan ditangan kirinya sebotol susu, disekitarnya penuh dengan asap dan kepulan api terbakar dan meruntuhkan gedung-gedung tempat tinggal mereka. Betapa tidak, keberanian seorang anak kecil untuk memperjuangkan negaranya dan menjaga Masjid Suci dan Mulia Ummat Islam yaitu Al Aqsha. Kami menjadi malu di hadapan mereka warga Palestina. Mereka rela Syahid demi menjaga kota suci untuk Ummat Islam. Bahkan, entah kenapa mereka tidak mau mengungsi dari kota itu, hanya satu jawabannya. Melawan Yahudi dan mati dalam keadaan menjaga Masjid Al Aqsha adalah Syurga yang akan merindukan mereka.

Indonesia, seharusnya tak akan meninggalkan Palestina. Sejak tahun 1945 Pengakuan pertama kemerdekaan adalah dari Negara Palestina, kemudian kedekatan Palestina dengan Indonesia ini diabadikan dalam dokumen sejarah dan legalisasi dokumen Indonesia dalam surat menyurat dalam bentuk Perangko, bukti sah dan legal sebuah dokumen. Namun, ditahun 1948 Zionist Israel mulai menyerang dengan decade beberapa kali serangan selama 7 Hari 7 malam.

Untuk itu, kami mengajak kepada Para Pemuda Muslim khususnya. Menggalakkan perjuangan untuk meraih kemenangan Ummat Islam di Palestina, jika kita tidak mampu untuk pergi ke medan Jihad, maka di sinilah saatnya kita membantu dengan harta, dengan do’a dan dengan menggalakkan aksi-Aksi nyata untuk membantu mereka. Baik aksi solidaritas dengan mendorong Pemerintah ikut andil dalam aksi nyata membela Palestina untuk meraih kemerdekaannya dalam lingkaran penyerangan oleh Israel.

Kami juga mendorong dan berharap kepada Pemerintah, untuk terus berupaya maksimal menggunakan jalur-jalur resmi pemerintah Indonesia seperti PBB, agar lantang berteriak di depan mereka untuk segera menghentikan dan menindak tegas perbuatan Israel selama ini kepada Palestina dan kami juga berharap Pemerintah Indonesia menyuarakan kepada PBB, untuk menghentikan dan memutus hubungan bilateral apapun, terutama bangsa-bangsa Arab.**

Pos terkait