Gebraknews.co.id, Karimun – Di tengah upaya pemerintah meningkatkan akses layanan kesehatan gratis, masih terdapat warga yang menghadapi kesulitan dalam memperoleh perawatan memadai. Hal tersebut dialami Sari (40), seorang ibu rumah tangga di Desa Sanglar, Kecamatan Durai, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau.
Sudah lebih dari dua bulan Sari tidak mampu bergerak akibat sakit pada kakinya. Kondisinya semakin memburuk hingga hanya bisa terbaring atau duduk, dengan kaki yang terus dibalut perban. Keadaan ini diketahui pada Sabtu (29/10/2025).
Suami Sari, yang akrab disapa Mos, mengaku sangat terpukul melihat kondisi istrinya.
“Untuk sementara hanya bisa mengobati istri dengan biaya yang kami punya. Apa yang ada sudah saya usahakan,” tuturnya.
Mos menuturkan bahwa ia sudah menjual barang-barang elektronik, termasuk dua telepon genggam, demi biaya pengobatan sang istri. Namun hingga kini Sari belum menunjukkan perkembangan berarti.
“Istri saya sering kesakitan, kadang malam terjerit, dan beberapa kali diinfus di rumah. Dugaan sementara dokter, penyakitnya terkait kencing manis,” ujarnya.
Ia menyampaikan bahwa Sari hanya bisa berobat ketika ada biaya untuk perawatan luka di kakinya. Upaya membawa Sari ke rumah sakit besar terkendala biaya hidup selama menjalani pengobatan serta jarak yang memerlukan transportasi laut.
“Kami hanya bisa pasrah dan berharap ada uluran tangan untuk membantu pengobatan istri saya,” ucap Mos lirih.
Warga sekitar yang datang menjenguk turut memberikan dukungan moral dan berharap Sari bisa segera mendapatkan penanganan medis yang lebih baik dan ada perhatian dari pemerintah.
Keluarga ini pun berharap ada bantuan dari pihak dermawan maupun pemerintah desa, kecamatan, atau Pemkab agar Sari dapat segera memperoleh perawatan intensif dan kembali menjalani aktivitas seperti sedia kala.
(Rudi)








