Isran Himbau Masyarakat Selelau Gunakan BPJS Kesehata Demi Kemudahan Pelayan di Rumah Sakit

Natuna (Gebraknews)-Pemerintah telah menyesuaikan besaran iuran peserta program Jaminan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Penyesuaian tersebut mengacu pada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 64 Tahun 2020 perubahan kedua atas Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018 tentang jaminan kesehatan.

Sesuai dengan Perpres 64/2020 tersebut, per 1 Juli 2020 berlaku penyesuaian iuran peserta JKN-KIS, untuk kelas I sebesar Rp150.000, kelas II sebesar Rp.100.000, dan kelas III sebesar Rp42.000.

Bacaan Lainnya

Kegiatan dipimpin langsung oleh Plh. Kepala BPJS Kesehatan Kabupaten Natuna, Isran dan diikuti oleh sejumlah awak media Kepala Bidang SDM, Umum dan Komunikasi Publik Samarinda, Haris Fadilah

Plh. Kepala BPJS Kesehatan Kabupaten Natuna, Isran menerangkan, Perpres Nomor 64 Tahun 2020, memberikan kepastian dan jaminan kesehatan untuk rakyat indoensia.

“Dengan iuran Rp 25 ribu, masyarakat yang membutuhkan misalnya operasi jantung yang biayanya sampai Rp 150 juta dapat terbantu,” jelas Isran saat sosialisasi Perpres No 64/2020 kepada kepada Wartawan di Rumah Makan Punduk Nibung Kelurahan Bandarsyah, Jum’at (18/9/2020)

Dia menuturkan, sesuai dengan Perpres Nomor 64 Tahun 2020, iuran segmen PBPU (Pekerja Bukan Penerima Upah) dan BP (Bukan Pekerja)/Mandiri terdapat penyesuaian iuran, per 1 Juli 2020 sampai dengan Desember 2020.

Untuk peserta segmen PBBU/BP kelas 1 sebesar Rp.150.000, kelas 2 sebesar Rp.100.000 dan kelas 3 sebesar Rp.42.000 terdiri dari Rp.25.500 dibayarkan oleh peserta dan Rp.16.500 adalah subsidi dari Pemerintah.

“Sebenarnya sudah sejak Mei kita ingin sosilisasi, karena Pandeni Covid-19 sehingga baru bisa kita laksanakan hari ini di Natuna. Untuk BPJS Kesehatan  Natuna kita bawah Tanjungpinang,’’kata Isran

Isran juga memaparkan berbagai hal mengenai Perpres No 64/2020. Salah satunya mengenai keringanan finansial bagi peserta Jaminan JKN-KIS dalam membayar tunggakan iuran di masa pandemi Covid-19.

Ia juga menjelaskan bagaimana mekanisme pelayanan dan kerjasamanya denga  rumah sakit serta prosedur pengurusan administrasi BPJS Kesehatan.

Isran menekankan kepada masyarakat agar selalu mengunakan layanan BPJS Kesehatan demi kemudahan layanan bagi masyarakat itu sendiri.

“Kami menghimbau kepada masyarakat agar jangan keburu-buru menggunakan layanan umum. Karena tidak sedikit orang yang kaget dengan bayaran yang mahal di rumah sakait. Pokok upayakan dulu pakai BPJS, jangan keburu-buru menggunakan layanan umum,” tegas Isran.

Ia berharap BPJS Kesehatan masyarakat Natuna dapat bekerjasama menjalankan aturan yang ada dalam hal pelayanan kesehatan.

“Mudah-mudah saja layanan kesehatan kita di Natuna dapat berlangsung baik dengan adanya BPJS Kesehatan,” pungkasnya. (Red).

Pos terkait