GebrakNews.co.id, Jakarta -Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan disebut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ngamar di hotel dengan seorang perempuan. Hal itu dilakukan Wawan saat menjalani hukuman di Lapas Sukamiskin.

KPK telah memastikan, perempuan yang menginap bersama Wawan di hotel itu bukan istrinya, Airin Rachmi Diany. Namun hingga kini, identitasnya belum dibuka oleh KPK.

“Bahwa yang termuat dalam dakwaan, teman wanita TCW (Tubagus Chaeri Wardana) bukanlah istrinya,” kata Jaksa KPK M Takdir Suhan saat dimintai konfirmasi, Kamis (6/12/2018).

“Teman wanitanya diduga artis,” lanjut Jaksa KPK M Takdir.

Namun Takdir tidak mau membocorkan identitas perempuan itu. Menurutnya, seluruh detail akan dibongkar oleh tim jaksa penuntun umum dalam persidangan.

“Detailnya akan dibongkar oleh tim jaksa penuntut umum dalam persidangan,” ujarnya.

Jaksa KPK M Takdir memang tidak menyebut siapa perempuan yang diduga artis itu. Namun sumber detikHOT lainnya mengatakan, perempuan itu adalah artis pemain film televisi (FTV).

“Inisialnya FYN, dia pemain sinetron FTV,” ujar sumber yang enggan disebut namanya.

Kasus Wawan menginap di hotel bersama perempuan yang bukan istrinya ini terungkap dalam persidangan dengan agenda pembacaan dakwaan terhadap Wahid Husen di Pengadilan Tipikor Bandung pada Rabu, 5 Desember 2018.

Wawan disebut meminta izin ke RS Rosela Karawang, tapi dalam kenyataannya ke RS Hermina Arcamanik. Sesampai di RS Hermina, Wawan berpindah mobil ke mobil pribadi yang sudah menunggu.

Wawan lalu bergegas ke rumah Atut di kawasan Suryalaya, Bandung. Wawan kemudian menuju Hotel Grand Mercure Bandung menginap di hotel tersebut dengan teman wanitanya.

Konon, izin Wawan itu bisa mulus karena menyuap Kalapas Sukamiskin Wahid Husen. Namun hal itu dibantah Wawan melalui pengacaranya, Tubagus Sukatma. Dia menyebut Wawan tidak pernah berurusan dengan Wahid Husen.

“Mengenai informasi dakwaan dan apa yang saya dapatkan beberapa minggu lalu ketika besuk, dia (Wawan) membantah memberikan sesuatu karena nggak pernah berhubungan dengan Kalapas,” ujar Sukatma.

Sumber: Detik.com