Gebraknews.co.id, Karimun,– Nasib malang menimpa Iskandar, seorang warga Desa Sanglar, Kecamatan Durai, Kabupaten Karimun. Setelah rumahnya mengalami kerusakan parah akibat tertimpa pohon kelapa akibat angin kencang, hingga kini ia belum mendapat perhatian dari pemerintah daerah maupun pemerintah desa.
Tak hanya itu, Iskandar yang diketahui sudah tidak memiliki kedua orang tua, juga merasa ditipu oleh salah satu staf Kecamatan Durai. Ia mengungkapkan, kepolosannya diduga dimanfaatkan oleh oknum tersebut dengan modus memperbaiki kartu Program Keluarga Harapan (PKH) miliknya.
Menurut keterangan Iskandar kepada media, pada tahun 2023 ia sebagai warga kurang mampu menerima kartu PKH. Namun, ketika mencoba menggunakannya, kartu tersebut tidak dapat digunakan. Sementara itu, tiga rekannya yang menerima kartu serupa masih bisa mengakses bantuan hingga sekarang.
Merasa kesulitan, Iskandar kemudian mendapat tawaran bantuan dari seorang staf bagian Kesejahteraan Sosial (Kensos) Kecamatan Durai bernama Marhalim. Marhalim berjanji akan memperbaiki kartu PKH tersebut dalam waktu tiga hari. Namun, hingga saat ini, kartu tersebut tak kunjung dikembalikan.
Lebih ironis lagi, setiap kali Iskandar mencoba menghubungi Marhalim, ponselnya tidak aktif. Saat media berupaya mengonfirmasi, panggilan ke nomor ponsel Marhalim juga tidak mendapatkan respons.
Tak hanya itu, media juga mencoba menghubungi Camat Durai, Almizan, S.Ip, untuk meminta klarifikasi. Namun, nomor kontak awak media diduga diblokir oleh yang bersangkutan.








