Kerumunan Vaksinasi Massal

Catatan Ifan Tanjung

Orang-orang penuh sesak, hampir tak berjarak. Beberapa diantaranya ada yang melepas masker. Mereka menunggu giliran cukup lama karena panjangnya antrian. Begitulah suasana antrian vaksinasi Covid-19 yang digelar secara massal di Lapangan Temenggung Abdul Jamal, Batam, pagi tadi, Selasa (15/6/2021).

Petugas yang ada di lokasi tampak sedikit kewalahan dengan banyaknya masyarakat yang datang ke lokasi.
Protokol kesehatan yang digaung-gaungkan pemerintah selama ini seperti seketika terabaikan.

Suasana antrian, foto kiriman warganet. 

Kerumunan yang membludak tersebut, kini menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat Batam terutama di jagat maya. Tembakan kritik bukan tidak mungkin akan dialamatkan kepada pucuk pimpinan Pemko sekaligus BP Batam yakni H.M Rudi. Apalagi foto dan video kerumunan itu telah bertengger di dunia maya, dunia yang memungkinkan informasi menyebar amat cepat dan meluas.

Walikota Batam Muhammad Rudi bersama Wakil Walikota Amsakar Achmad, sebelumnya menyampaikan, pihaknya menargetkan 70 persen warga Batam harus sudah divaksin menjelang akhir Juli nanti. Hal ini tidak terlepas dari semangat para Pemimpin Kota Batam itu dalam mengatasi pandemi agar masyarakat selamat dan ekonomi kembali menggeliat.

Salah satu upayanya dengan vaksinasi massal yang dipusatkan di Lapangan Temenggung Abdul Jamal. Pembukaannya dimulai pada Minggu (13/6) kemaren. Sebelumnya, juga sudah dilaksanakan vaksinasi serentak di banyak lokasi di Batam.

Sambutan Positif Masyarakat

Dari satu sisi memang, ini menujukan tingkat antusiasme masyarakat Batam untuk beroleh vaksin cukup tinggi. Masyarakat menyambut positif program ini. Meski ada riak-riak kecil masyarakat yang masih kontra, namun tak terlalu banyak.

Hal ini terbukti, beberapa hari usai media massa di Batam memuat keterangan Walikota ex officio Kepala BP Batam itu tentang Vaksinasi massal, masyarakat kemudian berbondong-bondong datang.
Hanya saja, antrean masyarakat yang menumpuk, apalagi mengabaikan protokol kesehatan dikhawatirkan menjadi cluster baru penyebaran covid-19.

Jadi pelajaran

Kejadian seperti ini harus menjadi pelajaran bagi semua pihak, terutama penyelenggara. Kita tau pemerintah, tim gabungan, para petugas medis, sudah bekerja amat keras berupaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 yang belum kunjung membaik ini.
Mereka bekerja bertaruh nyawa demi masyarakat banyak.
Oleh karenanya, kedepan, memang harus diantisipasi lebih awal dan yang sekarang jadikan pelajaran. Misalnya dengan tidak memusatkan vaksinasi massal, atau pun pendaftarannya di satu titik saja.
“Satu titik.” Setidaknya begitu yang masyarakat banyak ketahui lewat sosialisasi yang gencar beberapa hari ini, yakni: Vaksinasi massal di Temenggung Abdul Jamal.

Wajar masyarakat berbondong-bondong datang. Hal ini mengingat waktu yang ditentukan juga terbatas.

Jangan sampai susah payah petugas dan semangat luarbiasa para memimpin kita dalam menangani pandemi bukannya menurunkan penularan Covid-19, tapi malah bertambah akibat keteledoran semacam ini. Semoga tak sampai terjadi.

Wakil Walikota Batam Amsakar dalam pers rilisnya mengatakan,
Kerumunan tidak berlangsung lama dan dapat segera diatasi oleh petugas di lapangan.
“Vaksinasi dimulai jam 08.00 tapi ternyata banyak yang sudah datang sebelum jam itu. Sehingga antrean sempat panjang, tapi itu tidak berlangsung lama,” kata Amsakar.

Pihaknya bersama Kapolresta Barelang dan Dandim 316 Batam langsung melakukan evaluasi. Sehingga ke depan, katanya, antrean panjang tidak terjadi lagi. Mudah-mudahan.

Mari kita sama-sama berdo’a mudah-mudahan juga pandemi ini lekas hilang dari negeri kita.

Pos terkait