Ketua Komisi I DPRD Natuna Himbau Masyarkat jangan Takut di Vaksin

Natuna (Gebraknews)- Tahap pemberian vaksinasi di setiap daerah di Indonesia khususnya Kabupaten Natuna sampai saat ini terus berjalan.

Namun kekuatiran tentang masalah vaksin tersebut masih ada saja di tengah kalangan masyarakat, bahkan ada yang terang-terangan menolak untuk divaksin.

Bacaan Lainnya

Menanggapi hal itu, Ketua Komisi I DPRD Natuna Wan Arismunandar  mengimbau agar masyarakat tidak perlu takut untuk divaksin Covid-19.

“Pemberian vaksin ini kan salah satu upaya yang dilakukan pemerintah untuk menekan angka penyebaran Covid-19, jadi tidak perlu takut,” ujarnnya Wan Arismunandar  ketika Melakukan Kunjungn Kerja bersama Bupati dan Wakil Bupati Natuna di Kecamatan Serasan, Jum’at (11/6/2021).

Dikatakannya vaksin Covid-19 yang ada ini sudah dinyatakan aman, dan hingga sampai saat ini masih belum ada ditemukan kabar bahwa orang yang menerima vaksin mendapat gejala berat.

“Dapat disimpukkan bahwa vaksin ini aman, kalau memang ada efek yang dirasakan itu hal wajar, setiap obat pasti ada efeknya,” tutur Wan Aris.

Diingatkannya juga, bahwa masyarakat jangan sampai mempercayai berita hoaks tentang vaksin tersebut, sebab berita-berita seperti itu hanyalah sebagai provokasi dalam upaya menolak vaksin Covid-19.

“Jadi kita harap demi kebaikan bersama mari kita sukseskan program vaksinasi ini agar indonesia bisa kembali sehat, ekonomi pulih,” pungkas Wan Aris.

Dalam kesempatan itu Wan Aris menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Satgas Covid-19 Kecamatan  dan intansi terkait yang telah turut mendukung vaksinasi guna memutus sebaran wabah covid di Kabupaten Natuna.

 “Semakin banyak masyarakat yang divaksin, tentu kita memiliki tingkat kekebalan tubuh yang lebih baik dibandingkan dengan sebelum divaksin. vaksin tidak lah berbahaya seperti yang beredar di medsos. Jangan takut dan jangan khawatir, vaksin ini aman dan sudah mendapat sertifikasi dari MUI”kata Wan Aris.

Meskipun sudah di vaksin masyarakat diharapkan untuk terus menerapkan standar protokol kesehatan Covid-19. Sebab vaksin tidak menjamin seseorang terbebas dari wabah Covid-19, “Saran Wan Aris. (Red)

 

 

Pos terkait