KPU Natuna Mulai Gewei Pilkada, Wabup Natuna Ngesti  Harapan Pilkada Aman

Natuna (Gebraknees)-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Natuna Provinsi Kepri resmi dimulai Gawe Pilkada pilkada bupati dan wakil bupati 2020, di lapangan bola kaki Sri Serindit Ranai, Kecamatan Bunguran Timur, Sabtu (1/1/2020) malam.
Acara dihadiri Wakil  Bupati Natuna, Dra Hj Ngesti Yuni Suprapti, komisioner KPU Provinsi Kepri, Komesioner KPU Natuna, Komesioner KPU Anambas unsur forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda), perwakilan partai politik dan elemen masyarakat.
Wakil Bupati Natuna Dra Ngesti Yuni Suprapti dalam sambutanya  berharap, pelaksanaan Pemilu 2020 berjalan dengan baik dan damai.

Bacaan Lainnya

‘’Pemilihan umum kepala daerah akan segera dimulai, tentunya gaya masing-masing pemimpin kita berbeda-beda, namun yang pasti semua pemimpin kita yang terdahulu sudah banyak memberikan kontribusi kepada daerah kita,’’kata Ngesti

Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Natuna itu Pada kesempatan itu juga mengatakan, adanya komplik di laut Natuna utara agar seluruh nelayan tidak resah, tetaplah melaut seperti biasa. Serahkan semua persoalan tersebut kepada pemerintah. “ hapan Ngesti

Sementara itu, Komisioner KPU Repoblik Idonesia,  Ilham Saputra menyampaikan, Pelaksanaan pesta demokrasi pemilihan umum kepala daerah bupati dan wakil bupati/walikota dan wakil walikota, gebernur dan wakil gubernur akan digelar secara serentak di 270 daerah se-Indonesia pada 23 September 2020 mendatang.

‘’Kita menghimbau kepada seluruh calon pemilih di Kabupaten Natuna, agar dapat menggunakan hak pilihnya dengan baik, serta tidak terpengaruh dengan iming-iming money politic (politik uang), dari oknum pendukung pasangan calon maupun pasangan calon peserta Pilkada, yang tidak tertutup kemungkinan bakal terjadi,’’kata Ilham

Ilham menjelaskan, tahapan pemilu 2020 yang diselenggarakan sesuai Peraturan KPU nomor 16 tahun 2019 tentang tahapan, program dan jadwal penyelenggaraan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan atau Walikota dan Wakil Walikota.

Pria Asal Provinsi Aceh ini juga menyampaikan, lembaganya lagi mendapatkan ujian yang berat, dimana KPU berusaha keras untuk mendapatkan kepercayaan masyarakat, namun ada pula oknum yang menodainya.

‘’Saya menghimbau kepada masyarakat jangan terpengaruh dengan pelaku oknum KPU pusat yang telang mencoreng nama baik KPU, itu adalah tindakan oknum bukan tindakan KPU,’’kata Ilham.

Ketua KPU Natuna, Junaidi Abdilah dalam sambutanya, mengucapan terima kasih kepada segenap tamu undangan yang telah menghadiri malam pembukaan tanda mulai gawai tahapan Pemilu Bupati dan Wakil Bupati Natuna tahun 2020.

“Walaupun dalam guyuran hujan namun acara tanda dimulainya Gewai pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Natuna dapat berjalan lancar. Alhamdulillah pada malam ini, kita telah mulai kegiatan tande mule Gewai pesta demokrasi semoga nanti berjalan lancar, aman dan damai,”kata Junaidi.

Junaidi mejelaskan, bahwa Kabupaten Natuna mempunyai keunikan dan kateristik tersendiri, ada 15 Kecamatan 70 Desa dan 7 Kelurahan. Natuna didominasi oleh laut dengan rentang kendali antar pulau satu dengan pulau lainya sangat jauh.

“Ini tentu menjadi tantangan bagi kita semua untuk sama-sama mensukseskan Gewai pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Natuna tahun 2020,”harapan Junaidi.

Untuk itu, Junaidi berharap dukungan dari semua pihak dan segenap elemen masyarakat untuk sama-sama, mensukseskan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Natuna yang akan berlangsung pada tanggal 23 September 2020.

Junaidi juga menyampaikan bahwa Bupati dan Wakil Bupati, calon Walikota dan Wakil Walikota serta calon Gubernur dan Wakil Gubernur, akan dibuka oleh KPU pada tanggal 16 hingga 18 Juni 2020. dan penetapan pasangan calon yang telah terverifikasi syarat pencalonannya, akan diumumkan oleh KPU pada tanggal 8 Juli, untuk
pengundian dan penetapan nomor urut pasangan calon akan diumumkan pada tanggal 9 Juli.
Sedangkan untuk masa kampanye KPU memberikan batas waktu sekitar 38 hari. Mulai 11 Juli hingga 19 September. “Terang Junaedi.

Ditambahkan Junaedi, tahapan kampanye meliputi pertemuan terbatas dengan masyarakat, pertemuan tatap muka dan dialog. Untuk penyebaran bahan kampanye kepada publik, pemasangan alat peraga dan kegiatan lainnya mengacu kepada peraturan KPU nomor 16 tahun 2019 tentang tahapan, program dan jadwal penyelenggaraan pemilihan gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati, dan atau walikota dan wakil walikota.

Debat publik akan dilaksanakan pada tanggal 11 Juli sampai 19 September, tanggal 6 sampai 19 September masa kampanye melalui media masa, cetak maupun elektronik. Pada tanggal 20-22 September masa tenang serta pembersihan Alat Peraga Kampanye (APK).

Junaidi juga menyampaikan, selama masa tenang, seluruh pasangan calon maupun para pendukung pasangan calon, tidak boleh lagi melakukan kampanye.(red)

 

Pos terkait