Lanud RSA Natuna Gelar Bakti Sosial di Desa Cemaga

Gebraknews.co.id, Natuna – Lanud Raden Sadjad (RSA) Natuna menggelar kegiatan bakti sosial di Desa Cemaga, Kecamatan Bunguran Selatan, Kabupaten Natuna, pada Sabtu, 19 Juli 2025. Kegiatan ini berupa pemeriksaan kesehatan gratis dan pembagian paket sembako kepada warga, dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-78 TNI Angkatan Udara.

Komandan Lanud RSA, Kolonel Pnb I Ketut Adiyasa Ambar, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian nyata TNI AU kepada masyarakat sekitar, bukan sekadar seremoni tahunan. Ia menyampaikan bahwa tema peringatan HUT kali ini adalah “Dengan Meneladani Semangat Juang Para Pendahulu, TNI AU Siap Mewujudkan Angkatan Udara yang Adaptif, Modern, Profesional, Unggul, dan Humanis Menuju Indonesia Maju.”

Bacaan Lainnya

“Kami ingin kebahagiaan HUT TNI AU ini juga dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan. Semoga bantuan ini bisa sedikit meringankan beban mereka,” ujar Kolonel Ketut.

Ia menjelaskan bahwa pemilihan Desa Cemaga sebagai lokasi kegiatan didasarkan pada data survei internal yang menunjukkan banyak warga lansia mengalami tekanan darah tinggi. Selain itu, faktor ekonomi warga yang belum membaik juga menjadi pertimbangan utama Lanud RSA.

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 52 paket sembako dibagikan kepada warga, sementara sekitar 150 orang mengikuti pemeriksaan dan pengobatan gratis. Jumlah peserta terus bertambah seiring antusiasme warga yang datang ke lokasi kegiatan.

Camat Bunguran Selatan, Supardi, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kegiatan bakti sosial tersebut. Ia menyebut bahwa kegiatan seperti ini sangat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasar, sekaligus bisa menjadi momentum positif untuk mengenalkan potensi wisata lokal seperti Pulau Akar yang memiliki batuan purba bersejarah.

“Kami bangga Desa Cemaga mendapat perhatian dari Lanud RSA. Ini sangat berarti bagi warga, terutama lansia yang membutuhkan layanan kesehatan secara berkala,” ucap Supardi.

Ia menambahkan, banyak warga lansia di desa tersebut mengalami hipertensi, yang diduga dipicu oleh tekanan ekonomi dan terbatasnya akses terhadap layanan kesehatan.

Editor: R. Piliang

Pos terkait