Lebih Dekat dengan M.Siddik, Rektor IAI Abdullah Said Batam

Gebraknews.co.id, Batam – Hampir 20 tahun dia mengabdikan diri untuk dunia pendidikan, mengajar dan mencerahkan generasi bangsa. Ia matang pengalaman, pernah menjadi guru bahkan menjadi kepala sekolah mulai dari tingkat SD, SMP, hingga menjabat sebagai Rektor Perguruan Tinggi dan turut merintis lembaga pendidikan di yayasan tempatnya bernaung.

Sosok tersebut adalah M. Siddik.M.Pd.I kader Hidayatullah yang kini dipercayakan sebagai Rektor Institut Agama Islam Abdullah Said (IAI-AS) Batam.

Pria Kelahiran Bima, Nusa Tenggara Barat 12 Februari 1978 silam itu, memiliki semangat juang khususnya di bidang pendidikan yang patut diacungi jempol.

Sejak menamatkan kuliah pada 2004 silam, M.Siddik dipercaya oleh Hidayatullah untuk ikut merintis SMP Lukman Alhakim di Batam, ia menjadi guru dan kepala sekolah di SMP tersebut hingga tahun 2013. Usai dari SMP dia diminta menjadi kepala sekolah di SD Lukman Al Hakim hingga 2017. Dari tahun 2017 Perjalanan karirnya berlanjut, diamanahkan sebagai kepala bidang SDM yayasan sampai tahun 2019. Di tahun 2019 itulah dia secara resmi mulai menjabat sebagai Rektor IAI Abdullah Said Batam.

Lika-liku perjalan yang dilalui M.Siddik dalam mengampu dunia pendidikan tidaklah mudah. Berbagai rintangan dia lewati.

“Dalam merintis suatu lembaga pendidikan tentu banyak suka dan duka yang dilewati. Dulu tentu semuanya serba terbatas mulai dari SDM, pendapatan dan pengalaman. Namun dari keterbatasan itulah yang memacu kita mengembangkan diri untuk mengatasi dan mengubah keterbatasan itu sendiri menjadi kesempatan. Yang paling penting adalah semangat. Kita harus pedomani tujuan kita apa. Yang paling penting orientasi dalam bekerja jangan hanya materi saja,” kata M.Siddik.

Berkat perjuangan panjang para tokoh dan sesepuh Hidayatullah di Batam, kini Hidayatullah tidak hanya mengelola pesantren tetapi berbagai sekolah formal mulai dari tingkat dasar hingga Perguruan Tinggi. Perguruan tinggi, Selain IAI, ada pula Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT).

Menurut M.Sididik itulah buah dari kerja keras dan kerjasama.
“Ada hal yang harus kita pikul bersama tanpa menghitung materi. Dalam proses merintis, kekeluargaan dan keakraban yang harus dibangun, nanti hasil akan mengikuti,” ujarnya.

Sembari mengajar, ayah tiga anak ini tak lupa terus mengasah dan meningkatkan diri. Kini ia tengah berjuang menuntaskan studi Doktoralnya di UIN Sultan Thaha Saifudin Jambi.

Sebagai tenaga pendidik, M. Siddik bertekad memperjuangkan dunia pendidikan dengan tidak mengesampingkan akhlak dan moral generasi penerus bangsa. (Ifan)

Pos terkait