Gebraknews.co.id, Jakarta – Medco Foundation kembali melanjutkan aksi kemanusiaan dengan menyalurkan bantuan bagi korban banjir di sejumlah wilayah Sumatera. Bekerja sama dengan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) serta Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang beroperasi di Sumatera Bagian Utara (Sumbagut), total bantuan logistik yang disiapkan mencapai 10 ton dengan nilai Rp 1,7 miliar untuk mendukung kebutuhan dasar masyarakat pada masa tanggap darurat, Senin (5/1/2026).
Pada tahap pengiriman ini, bantuan yang disalurkan meliputi 5 ton bahan pangan, 150 paket sandang (selimut, handuk, dan pakaian), 90 paket perlengkapan ibadah, 60 unit kompor gas, 130 tabung LPG beserta peralatan dapur, serta 1.500 jeriken. Penyaluran dilakukan secara bertahap guna memastikan bantuan tepat sasaran dan tiba di seluruh titik terdampak.
Medco Foundation telah memulai distribusi bantuan langsung ke lokasi bencana di Kabupaten Aceh Tamiang sejak Kamis (25/12/2025). Untuk wilayah Aceh, total bantuan yang disalurkan bernilai Rp 1 miliar dan telah menjangkau sejumlah daerah terdampak, antara lain Gampong Pante Labu (Aceh Timur), Kubu (Aceh Utara), serta Gampong Pante Baro (Kabupaten Bireuen).
Sementara itu, penyaluran bantuan untuk wilayah Sumatera Barat senilai Rp 700 juta telah dilaksanakan pada 29–30 Desember 2025, disesuaikan dengan kebutuhan mendesak di lapangan.
“Medco Foundation mendorong kolaborasi berbagai pihak untuk memperluas jangkauan bantuan dalam upaya pemulihan pascabencana. Tidak hanya di Aceh, bersama SKK Migas kami juga menyalurkan bantuan ke Sumatera Barat,” ujar Head of Program Medco Foundation, Rendra Permana.
Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, menyampaikan bahwa pihaknya telah mengoordinasikan partisipasi sejumlah KKKS di wilayah Sumatera Bagian Utara agar bantuan yang disalurkan selaras dengan kebutuhan terkini di posko pengungsian maupun wilayah terdampak.
“Penyaluran bantuan dilakukan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam membantu korban banjir selama masa tanggap darurat,” kata Djoko.
Dengan dukungan berbagai pihak, bantuan tersebut diharapkan mampu memperkuat layanan posko pengungsian serta memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di wilayah terdampak banjir. (*)








