Membentuk Nilai Keislaman pada Anak dalam Perspektif Delapan Fungsi Keluarga

Oleh: Said Ali Syahroni, S.Pd.I

Mahasiswa Pasca Sarjana Prodi PAI Universitas Muhammadiyah Malang (UMM)

Bacaan Lainnya

Sejalan dengan makin pesatnya arus globalisasi yang digambarkan dengan derasnya arus informasi dan teknologi seperti yang dirasakan saat sekarang ini, ternyata dari sudut lain menimbulkan persoalan baru yang sering kita saksikan atau temukan pada diri seseorang dalam suatu masyarakat.

Munculnya kenakalan remaja, terjadinya tawuran antar pelajar, meningkatnya pemakai dan pengedar narkoba, penyimpangan seksual, kekerasan serta berbagai bentuk kekerasan penyakit kejiwaan, seperti stress, depresi serta kecemasan  terkadang kurang mempunyai rasa simpati dan empati antar sesama, ini semua adalah bukti yang tidak dapat dipungkiri adanya dampak negatif dari kemajuan peradaban. ini semua kemudian tanpa kita sadari berpengaruh tidak baiknya pada tatanan kehidupan bermasyarakat masyarakat yang damai, aman serta tentram seperti yang kita harapkan.

Permasalahan kepribadian adalah suatu masalah yang menjadi pusat perhatian orang dimana pun kita berada, baik dalam tatanan masyarakat yang tergolong telah maju, maupun dalam golongan masyarakat yang masih kurang mampu. Hal ini dikarenakan kerusakan moral atau akhlak seseorang merupakan salah satu ciri dari kepribadian kurang baik orang itu sendiri dan dapat mengganggu ketentraman orang lain. Apabila dalam suatu masyarakat terdapat banyak yang rusaknya moral, maka akan berkuranglah keadaan yang menyenangkan di masyarakat tersebut.

Apabila kita melihat keadaan masyarakat secara garis besar di Indonesia apalagi di kota-kota besar sekarang ini akan kita temukan bahwa sebagian anggota masyarakat memiliki kepribadian yang kurang baik. Dapat kita lihat, kepentingan umum tidak lagi menjadi yang utama, tetapi kepentingan dan keuntungan secara pribadi atau kelompoklah yang ditonjolkan pada banyak orang.

Berawal dari kondisi itu semua, betapa pentingnya kita mulai mempertimbangkan tentang masa depan anak atau generasi milenial. Keluarga bagi anak-anak adalah tempat mereka melakukan banyak hal. Ada banyak fungsi keluarga yang memengaruhi tumbuh kembang generasi yang cemerlang. Sebelum mereka menghadapi dunia luar, anak-anak belajar mulai dari lingkungan keluarga. Anak-anak menyerap segala informasi yang mereka dapat dari dalam rumah mereka sendiri. Hal tersebut menjadikan fungsi keluarga sangat berperan penting bagi si kecil. Peran serta orangtua dan semua anggota keluarga menjadi sangat diutamakan bagi meraka.

Agar tumbuh kembang si anak dapat secara maksimal, ada baiknya kita mengetahui apa saja fungsi keluarga. Ada delapan fungsi keluarga yang patut kita dan anak-anak kita ketahui, agar keluarga dan buah hati tumbuh dan berkembang dengan baik :

Fungsi keluarga sebagai fungsi agama, Keluarga menjadi peringkat tertinggi diantara semua lembaga atau organisasi sosial yang memiliki perhatian terhadap pendidikan serta keterampilan anak. Diantara beberapa fungsi keluarga, fungsi agama adalah yang pertama dalam mengajarkan atau mendidik anak-anak. Keluarga merupakan media yang pertama dan yang paling utama bagi anak atau sibuah hati dalam belajar apapun.

Peran keluarga adalah untuk membimbing serta mendampingi anak dalam menjalankan perintah serta apa yang dilarang agama, yang dalam agama Islam dikenal dengan pelaksanaan  ibadah. Ibadah bagi yang beragama Islam bisa berupa shalat, mengaji dan lain sebagainya. Menanamkan kebiasaan beribadah dimulai pada lingkungan keluarga sangatlah penting, mengingat pemahaman tentang baik dan buruk, apa yang boleh dan apa yang tidak dibolehkan dalam ajaran agama menjadi bekal bagi anggota keluarga sepanjang hidupnya.Seluruh anggota keluarga mempunyai kontribusi penting dalam penanaman nilai-nilai agama yang positif, dalam hal ini yang sangat diperlukan adalah keteladanan bagi orang tua atau orang dewasa yang berada di sekitar anak.

Menurut Zuhairini (1983:27) bahwa “Pendidikan agama ialah usaha-usaha secara sistematis dan pragmatis untuk membantu anak didik agar mereka hidup sesuai dengan ajaran agama. Sementara menurut Zakiah (1990:46) pendidikan agama Islam adalah sebagai berikut:  “Pendidikan dengan melalui ajaran-ajaran agama Islam, yaitu bimbingan dan asuhan terhadap anak didik agar nantinya setelah selesai ia dapat memahami, menghayati dan mengamalkan ajaran-ajaran agama Islam yang telah diyakininya secara menyeluruh, serta menjadikan ajaran agama Islam itu sebagai suatu pandangan hidupnya demi keselamatan dan kesejahteraan hidup di dunia dan di akhirat kelak”

Tujuan pendidikan agama adalah: (1) Terbentuknya kepribadian yang utuh jasmani dan rohani (insan kamil) yang tercermin dalam pemikiran maupun tingkah laku terhadap sesama manusia, alam serta Tuhannya, (2) Dapat menghasilkan manusia yang tidak hanya berguna bagi dirinya sendiri, tapi juga berguna bagi masyarakat dan lingkungan, serta dapat mengambil manfaat yang lebih maksimal terhadap alam semesta untuk kepentingan hidup di dunia dan akhirat, (3) Merupakan sumber daya pendorong dan pembangkit bagi tingkah laku dan perbuatan yang baik, dan juga merupakan pengendali dalam mengarahkan tingkah laku dan perbuatan manusia. Oleh karena itu pembinaan moral harus didukung pengetahuan tentang ke-Islaman pada umumnya dan aqidah atau keimanan pada khususnya.

Fungsi keluarga sebagai fungsi sosial budaya, Penerapan nilai-nilai sosial budaya di kalangan keluarga sebenarnya sudah diterapkan disetiap keluarga, namun terkadang kita tidak sadar bahwa yang dilakukan itu adalah bagian dari pelaksanaan nilai sosial budaya itu sendiri. Keluargasangat berperan aktif dalam mengajarkan segala nilai dan aturan kepada buah hati, penerapannya berupa gotong royong atau bekerjasama dalam keluarga, mengajak anak untuk saling membantu antar sesama anggota keluarga seperti meminta anak untuk melaksanakan pekerjaan yang ringan atau yang bisa dilakukan oleh anak. Selain itu juga, anak diajarkan dalam bermusyawarah atau diskusi kecil apabila terdapat suatu masalah diantara anggota keluarga. Contohnya, apabila anak meminta sesuatu yang diinginkan, namun ternyata permintaannya belum pantas atau tidak sesuai dengan usianya, untuk menghindari “kecemburuan” sianak, maka diperlukan musyawarah. Dengan diterapkannya budaya musyawarah dalam keluarga niscaya akan berdanpak baik dalam menyelesaikan masalah disamping itu juga dapat manimbulkan keharmonisan antara anggota keluarga.

Fungsi keluarga tersebut berguna untuk mengenalkan bagaimana kehidupan bermasyarakat yang berawal dalam keluarga. Sehingga anggota keluarga mempunyai peran penting dalam kontrol sosial sianak. Mereka mengajarkan tentang apa saja yang boleh dan yang tidak boleh untuk dilakukan, baik melalui kebiasaan tingkah laku hingga keteladanan. Didalam keluarga juga harus membudayakan pembiasaan meminta tolong dan berterima kasih diajarkan sedini mungkin kepada anak. Budaya  inijuga sebaiknya diajarkan saat anak masih kecil agar menjadi kebiasaan baik pada diri mereka.

Fungsi keluarga sebagai fungsi cinta kasih, Cinta dan kasih penting dalam hubungan sebuah keluarga. Fungsi keluarga ini tidak boleh berkurang apalagi hilang. Dalam mewujudkan cinta kasih dalam keluarga dapat menjaga keharmonisan dalam rumahtangga atau keluarga. Keharmonisan keluarga yaitu, keluarga yang rukun berbahagia, tertib, disiplin saling menghargai, penuh pemaaf, tolong menolong dalam kebajikan, memiliki etos kerja yang baik, bertetangga yang saling menghormati dan menghargai, taat mengerjakan ibadah, berbakti pada yang lebih tua, menyayangi yang lebih muda, mencintai ilmu pengetahuan dan memanfaatkan waktu luang dengan hal yang positif dan mampu memenuhi dasar keluarga, terjaganya keharmonisan keluarga akan berimbas pada perdamaian pada lingkungan masyarakat.

Keluarga dituntut untukmampu menciptakan suasana rumah yang kondusif atau suasana yang penuh cinta dan kasih sayang. Ini semua akanbisa mendorong buah hati untuk lebih berkembang. Kita semua tau bahwa, apabila anak diajarkan atau dibimbing dengan cinta kasih sayang serta persahabatan, maka mereka akan belajar untuk menemukan rasa cinta yang sejati. Anak juga akan belajar bagaimana cara mengasihi kepada sesama.

Fungsi keluarga sebagai fungsi perlindungan, Rumah dan keluarga merupakan tempat pertama yang paling aman. Baik untuk orang tua maupun anak-anak. Fungsi keluarga juga menekankan pada pendidikan kepada pembinaan kejiwaan dengan rasa cinta, kasih sayang dan ketentraman seperti yang telah ditekankan oleh para ahli ilmu jiwa muslim sebelumnya. Ulama-ulama muslim terdahulu mengatakan bahwa pentingnya peranan pendidikan keluarga itu pada tahun-tahun pertama usia anak-anak yang berdasarkan kepada pengalaman-pengalaman mereka sendiri. Disamping itu juga Al Qur’an dan As Sunnah banyak menekankan betapa pentingnya pendidikan keluarga dalam keluarga, dan fungsi keluarga sebagai fungsi perlindungan bagi anak-anak agar bisa membentengi diri ketika mereka menghadapi perkembangan pisik dan psikis mereka sendiri. Allah SWT berfirman dalam Al Qur’an  “Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka”(Q.S At-Tahrim : 6). Rasulullah SAW juga bersabda “Setiap bayi yang dilahirkan dalam keadaan fitrah, maka ibu bapaknyalah yang menjadikan ia Yahudi, Nashrani atau Majusi” (H.R. Tabrani dan Baihaqi). Dalam sabdanya yang lain, Rasulullah SAW juga menjelaskan “Awasilah anak-anakmu dan perbaikilah adabnya” (H.R. Ibnu Majah). Maka dari itu fungsi keluarga sebagai perlindungan harus diterapkan. Menciptakan suasana yang harmonis menjadi kunci keluarga yang aman.

Fungsi keluarga sebagai fungsi reproduksi, Fungsi keluarga yang selanjutnya adalah fungsi reproduksi. Menjaga kesehatan reproduksi adalah hal yang sangat penting terutama bagi para remaja . Karena pada masa remaja adalah waktu terbaik untuk membangun kebiasaan baik terutama dalam menjaga kebersihan yang menjadi aset sangat penting dalam jangka panjang khususnya remaja putri.Pengetahuan masalah reproduksi tidak hanya wajib bagi remaja putri saja tetapi juga bagi remaja laki-laki juga harus mengetahui dan mengerti cara hidup dengan reproduksi yang sehat agar tidak terjerumus ke pergaulan yang salah yang merugikan bagi remaja itu sendiri.

Peran yang sangat penting yang harus dimiliki bagi orang tua dalam kehidupan anak-anak, sehingga orang tua perlu lebih intensif dalam menanamkan nilai moral yang baik kepada anak, salah satunya dengan menjelaskan kerugian yang ditimbulkan dari hubungan seksual pranikah dari segala sisi dan penyakit yang dapat ditularkan dari perilaku seks yang beresiko hingga konsekuensi dari ketidaksiapan mental yang finansial dalam memulai kehidupan berumah tangga akibat kehamilan yang tidak terencana.Orang tua juga perlu menyaring sumber informasi agar pengetahuan yang diberikan kepada remaja akurat dan tidaknya akan  menimbulkan kekhawatiran berlebihan pada anak, dengan prinsip kasih sayang dan keterbukaan agar anak akan merasa lebih nyaman dan membuka dirinya dalam membicarakan masalahnya terkait kesehatan reproduksi.

 

Fungsi keluarga sebagai fungsi sosialisasi pendidikan, Bersosialisasi merupakan hal alami yang dilakukan manusia. Keluarga menjadi media penting saat anak atau buah hati belajar bersosialisasi. Keluarga adalah sebuah media pembelajaran yang pertama. Karena pada dasarnya semuanya diawali dengan mencontoh kebiasaan orang terdekat yakni keluarga. Keluarga diibaratkan sebagai jasa pendidikan informal selain jasa pendidikan yang formal dibangku sekolahan. Keluarga juga  sebagai tempat sosialisasi pertama yang berfungsi untuk mencerdaskan anak. Orang tua juga wajib menanamkan wawasan kepada anak betapa pentingnya pendidikan bagi anak. Seperti hadits Rasulullah SAW “Siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim, no. 2699). Tidak hanya mencerdaskan secara kognitif, namun juga memperkenalkan dan membentuk pribadi yang berkarakter mulia. Dalam keluarga juga anak akanbelajar bagaimana orang dewasa berinteraksi dengan tetangga dan orang lainnya. Anak juga belajar bagaimana berinteraksi dengan baik melalui perilaku orang dewasa yang ada disekitar mereka.

Fungsi keluarga sebagai fungsi ekonomi, Dalam fungsi ekonomi ditekankan pada bagaimana mengelola keuangan keluarga. Bagaimana kebanyakan suami bekerja dan istri yang mengelola keuangan keluarga. Pembagian peran tersebut dibutuhkan agar menciptakan kesejahteraan keluarga. Kemudian anak-anakakan belajar bagaimana cara mengelola uang mereka.Orangtua berperan untuk memberikan ilmu tentang mengelola keuangan. Seperti melalui pengelolaan uang jajan bagi anak. Bagaimana uang jajan tersebut harus digunakan dan disimpan dengan baik, serta memberikan bimbingan tentang budaya menabung.

Fungsi keluarga sebagai fungsi lingkungan, Fungsi keluarga dalam hal ini, seperti kebersihan lingkungan, dan kebersihan lingkungan terwujud dari hal-hal yang sederhana. Hal sederhana tersebut diawali dari rumah. Fungsi keluarga pada lingkungan sangat besar. Anak-anak akan  belajar tentang kebersihan dan kesehatan pertama kali dari rumah. Semua anggota keluarga diharapkan bisa menerapkan serta memberikan keteladanan perilaku menjaga kebersihan yang dapat memberikan keteladanan yang baik dan patut untuk di ikuti oleh anak. Contoh, membuang sampah di tempatnya hingga mencuci tangan harus dijadikan kebiasaan saat di rumah.

Dari apa yang sudah dipaparkan diatas, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :Lingkungan keluarga sangat besar peranannya dalam membentuk kepribadian bagi anak-anak, karena dilingkungan keluarga anak-anak pertama kali menerima pendidikan yang dapat mempengaruhi perkembangan anak selanjutnya.

Agar anak memiliki kepribadian yang baik seperti yang diinginkan para orang tua, maka perlu adanya pembinaan agama sejak usia dini kepada anak-anak dalam keluarga dan adanya kerjasama antar anggota keluarga, sekolah dan juga masyarakat. Ketiga jenis lembaga pendidikan itu diharuskan saling mendukung dan tidak bida dipisahkan. Pembinaan nilai-nilai agama dalam membentuk kepribadian anak-anak dapat dimulai sejak anak lahir hingga sampai pada usia dewasa. Pada saat dilahirkan, bahkan ketika anak masih dalam kandungan sudah diperkenalkan dengan kalimat-kalimat toyyibah, seiring berjalannya waktu, perkembangan anak beranjak ke usia menjelang remaja, anak terus ditanamkan dengan nilai-nilai agama yang berkaitan dengan keimanan. *(abahsaid)

 

Pos terkait