Menikmanti Senja di Pantai Kurenai

Gebraknews.co.id, Gorontalo – Pantai Kurenai cukup diminati masyarakat Kota Gorontalo dan sekitarnya. Apalagi, bagi mereka yang hanya memiliki waktu singkat mengisi libur akhir pekan.

Pemandangan sunset di Pantai Kurenai

Pantai Kurenai merupakan destinasi Pariwisata yang sangat dekat dengan pusat Kota Gorontalo. Hal itu menjadikan Pantai Kurenai sebagai alternatif wisatawan untuk mengisi waktu libur. Walaupun, fasilitas yang ada sangat sederhana namun pengunjung mengaku senang menikmati matahari terbenam.

Muat Lebih

Salah satunya Dewi, pengunjung yang hoby menghabiskan waktu pekannya, untuk berlibur ke pantai. Terlihat, Ia bersama kawan – kawannya, sedang bergembira ria menikmati pesona pantai yang menyuguhkan berbagai keharmonisan.

Saat di temui Dewi mengungkapkan, dirinya sering berkunjung ke lokasi wisata ini, apalagi jika di tambah dengan aksi bakar – bakar jagung.
“Hmmmm, nyami,” ungkap Dewi dengan hasrat yang penuh pengharapan, Minggu (07/7/2019).

Hal yang sama diutarakan pengunjung lainnya, Sarjan Ali. Saat dijumpai Sarjan mengatakan keinginannya untuk bercengkerama dengan kawan – kawan dengan suasana pantai memang sejak dulu ia dambakan. Apalagi, jika di temani jagung bakar yang siap di santap.
“Huu, tapi sayang tidak ada eeyy,” tuturnya dengan penuh pengharapan..

Dewi dan Sarjan sepertinya tak tahan menunggu jagung bakar dari Mas Andi. Salah satu penjual jagung bakar keliling langganan mereka. Nampaknya sore itu mereka dibuat menunggu oleh Mas Andi.

“Biasanya jam bagini itu Mas so ada, tapi tidak tau lagi ba singgah dimana dia ini ey,” lanjut Sarjan penuh kekesalan.

Sore itu ombak pantai semakin kencang menghantam bebatuan dibibir pantai Kurenai.
Orang-orang makin banyak berdatangan, namun tidak satupun terlihat wajah Mas Andi.

Keindahan senja di Pantai Kurenai ternyata membuat lupa waktu, tak terasa sore itu matahari mulai terbenam. Namun, Mas Andi tak kunjung datang. Nampak raut wajah kekecewaan dari Sarjan, tak lama Ia menyalakan motor dan langsung menarik kencang gas motornya sambil berteriak.
“Wi kita bale neh. Pastiu kita ba tunggu lama,” sahut Sarjan yang pergi meninggalkan dewi. BKU

Pos terkait