Merasa Ditipu, Puluhan Omak-omak Adukan Seorang IRT ke Polres Labuhanbatu

Gebraknews.co.id, Labuhanbatu – Puluhan “omak-omak”, mendatangi Polres Labuhanbatu, Sumatera Utara di Jalan MH Thamrin Rantauprapat, Jumat (24/9/2021). Mereka mengadukan seorang ibu rumah tangga (IRT), berinisial SS, warga salah satu komplek perumahan di Simpang Mangga, Kelurahan Bakaran Batu, Kecamatan Rantau Selatan.

Menurut pengadu, mereka diduga ditipu SS, selaku ketua jula-jula atau sejenis arisan.

“Kami puluhan omak-omak (ibu-ibu-red) melaporkan SS selaku ketua jula-jula. SS diduga melakukan penipuan kepada kami”, ucap salah seorang pengadu mengaku bernama Ayu.

Disebutkannya, SS dinilai tidak beritikat baik terhadap puluhan anggotanya, yang sudah waktunya menerima uang jula-jula tersebut.

Menurut Ayu seusai dirinya membuat pengaduan di Mapolres Labuhanbatu, kerugian dialami masing-masing korban bervariasi. Kegiatan jula-jula itu sudah berjalan setahun lamanya.

Secara rinci dia menjelaskan, kerugian bervariasi dari masing-masing korban. Mulai dari lima juta, 10 juta sampai ada yang 20 juta rupiah. Total kerugian korban seluruhnya, diperkirakan berjumlah ratusan juta rupiah.

Menurut Ayu, mereka sudah beberapa kali mendatangi rumah SS selaku ketua jula-jula/owner. Namun, omak-omak ini menilai ketuanya tidak ada itikat baik. “Aku datang kerumah SS hendak meminta uangku sepuluh juta lima ratus ribu rupiah. Nggak dikasinya, dimakinya aku, dipukuli, dihinanya. Bertengkar kami jadi ribut di komplek rumahnya itu,” kata Fitri korban lainnya menimpali keterangan Ayu.

Senada dengan dua omak-omak ini, Oktavia (28 tahun), warga Jalan H Adam Malik (By Pass) Rantauprapat, korban SS lainnya mengaku, dia sempat diusir SS saat datang menagih uangnya ke rumah yang bersangkutan.

Oktavia menjelaskan, dirinya mengalami kerugian sebesar Rp30 juta. Dimana uang miliknya berjumlah Rp20 juta dan adiknya Rp10 juta.

Oktavia mengaku, seharusnya dirinya menerima uang jula-jula atau menurut istilah mereka menarik uangnya bulan Juni lalu, sebanyak Rp 10 juta dan bulan Juli jumlahnya Rp 10 juta. Kemydian adik saya bulan Agustus senilai Rp 10 juta.

“Sudah berulang kali ditagih, namun tidak ditepatinya,” jelas Oktavia, didampingi suaminya, Hari (30 tahun). Sembari menambahkan, mereja berencana uang jula-jula tersebut akan dipakai untuk biaya persalinan dirinya yang saat ini lagi hamil besar.

Hal senada disampaikan, Hari (30), korban SS lainnya. Hari mengaku, dirinya diusir SS saat menagih uang jula-jula  kerumah SS. Dijelaskan Hari,  sebenarnya yang ikut jula-jula itu  istrinya.

Secara terpisah, Kasat Reskrim Polres Labuhanbatu, AKP Parikhesit, membenarkan, pihaknya telah menerima laporan dugaan penggelapan dana arisan tersebut. Namun sejauh mana prosesnya, Parikhesit mengatakan belum mengetahuinya. (Yasmir)

Pos terkait