Mesti Gerak Cepat, Corona Jangan Lagi Dianggap Enteng

Catatan Ifan Tanjung

Per hari ini, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Wabah Virus Corona, Achmad Yurianto mengatakan, terdapat 96 orang  positif Covid-19, 8 orang dinyatakan sembuh dan 5 orang meninggal dunia.

Bacaan Lainnya

Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) pada Rabu lalu, telah menyatakan status virus ini menjadi pandemik. Pandemik bisa disebut: sudah mewabah ke seluruh dunia. Bukan lagi endemik yang menjangkiti kawasan tertentu. Artinya tidak bisa dipandang enteng lagi.

WHO sejak tanggal 10 kemaren, telah pula menyurati pemerintah Indonesia agar mengumumkan darurat nasional Corona.

Namun tampaknya pemerintah kita belakangan ini masih adem ayem saja, dan memilih melakukan operasi senyap untuk menangani virus yang telah menulari lebih dari seratus ribu warga dunia itu. Baru sore ini diumumkan status bencana nasionalnya.

Sampailah pada malam ini, Mensesneg Pratikno mengkonfirmasi bahwa Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi Positif terinveksi Corona.

Pemerintah mesti mengambil sikap demi keselamatan nyawa jutaan warga Indonesia. Tak bisa lagi dianggap enteng dengan mengatakan cukup dengan meminum jahe temulawak saja. Atau disebut kita kebal Corona karna doyan memakan nasi kucing.

Gesa pembangunan rumah sakit yang di Galang Batam itu, juga pastikan kesiapan sarana prasarana dan SDM rumah sakit lain. Sediakan APD sebanyak-banyaknya, berikan himbauan tegas kepada masyarakat terkait antisipasi dini, dan batasi kegiatan yang bersifat interaksi orang banyak.
Bila sudah pada tingkat membahayakan, pertimbangkan untuk lockdown.

Memang, kita tau betul sifat masyarakat Indonesia ini. Jika pemerintah tidak mengambil sikap hati-hati, bisa-bisa terjadi kekacauan dimana-mana. Jika tak bijak, Panic buying, penjarahan dan berbagai kemungkinan yang lebih parah tentu tak dapat dihindari. Namun, kehati-hatian bukan berarti main senyap dan mendiamkan fakta yang terjadi di lapangan serta tidak memberikan proteksi yang ekstra.

Beberapa pemerintah daerah memang telah mengambil sikap yaitu meliburkan sekolah dan membatasi akses kegiatan yang bersifat mengumpulkan orang banyak. Namun ada juga pimpinan daerah yang justru malam ini melakukan kegiatan mengumpulkan banyak orang. Kegiatannya diadakan dari pagi hingga malam dengan tajuk ulang tahun kepemimpinannya. Yang menggelar kegiatan itu: Pemko Batam.
Padahal Batam adalah jalur panas yang kerap disinggahi WNA dari mancanegara. Atau WNI yang baru pulang dari negara tetangga. Bisa saja pas masuk tidak terdeksi alat pengecekan di bandara dan pelabuhan,  sehingga kota ini bisa terbilang rawan.

Di Italia sendiri, negara yang sanitasinya terbilang baik itu kini melockdown negaranya lantaran terjangkit parah. Dikabarkan yang menderita virus Corona  sudah sekitar 10.000 orang  dan hampir 1000 orang meninggal dunia.

Sedangkan di Tiongkok, negara asal muasal virus ini, kondisi sudah terbilang membaik. Hal ini tidak terlepas dari gerak cepat pemerintah di sana untuk melakukan penanganan.

Maka, bagaimana kita menanggapi ini?
Tidak terlalu cemas itu harus. Namun Waspada adalah mesti.

Pos terkait