Pasca Meninggalnya Ustadz Aminurrasyid Aruan, Dukacita Mendalam Dirasakan Sahabat dan Koleganya

Gebraknews.co.id, Labuhanbatu – Tidak ada segala sesuatu yang abadi di dunia ini, tak terkecuali manusia.  Kematian pasti akan menimpa siapa saja, tak kenal tempat dan waktu. Karena itu, sebagai manusia, kita hanya bisa mempersiapkan segala sesuatu, yang kemungkinan bisa terjadi.

Kematian selalu menyisakan duka yang mendalam bagi setiap orang. Terlebih saat keluarga atau orang-orang terdekat telah menemui ajalnya, tentu hal ini menjadi peristiwa yang memilukan.

Sebagai manusia yang masih diberi kesempatan untuk hidup, sudah seharusnya selalu mendoakan orang yang sudah meninggal agar diberi tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa.

Begitu pula yang dirasakan berbagai pihak, atas wafatnya almarhum Drs Aminurrasyid Aruan – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sumatera Utara.

Sejumlah media cetak terbitan Medan dan Jakarta, media online seperti halnya gebraknews.co.id, cukup aktif memberitakan peristiwa tragis yang menimpa almarhum. Sehingga mengundang simpati berbagai pihak yang terjadi kepada korban.

Diantara tokoh masyarakat dan ulama yang menyampaikan rasa simpati tersebut, datang dari Ustadz AM Sofyan MA – Wakil Ketua MUI Kabupaten Labuhanbatu dan salah seorang dosen di Universutas Al Janiyatul Washliyah Labuhanbatu.

Wakil Ketua MUI Labuhabatu, AM Sofyan, MA

Sofyan secara khusus kepada gebraknews.co.id menyebutkan, dirinya cukup kenal dengan sosok pribadi almarhum Drs Aminurrasyid MA.

“Dia itu senior saya di Fakultas Dakwah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) yang sekarang berganti nama menjadi Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU). Karena kami sama-sama alumnus dari Fakultas Dakwah tersebut”, ucapnya.

Selain itu, ucap Sofyan, beberapa tahun lalu kami sama-sama menjadi dosen Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al Washliyah Labuhanbatu. Kemudian almarhum ditunjuk pimpinan kala itu, menjadi Koordinator Ruang Kuliah Jauh STAI Al Washliyah di Aekkanopan, Kecamatan Kualuh Hulu yang kini menjadi ibukota Kabupaten Labuhanbatu.

Dosen Universitas Al Washliyah Labuhanbatu, Mulkan Silaen, MA

Jadi tegasnya, almarhum selain ulama, dia juga dosen, bahkan hingga akhir hayatnya menjadi guru di Madrasah Al Washliyah Aekkanopan.

Sebagai teman sejawatnya di organisasi MUI dan Al Washliyah, meski berbeda daerah tempat tinggal dan wilayah kerja, Sofyan menyebut, dirinya merasa kehilangan dan sedih atas wafatnya almarhum Aminurrasyid.

“Dia itu sosok ulama, pendidik, tokoh masyarakat yang sangat santun. Low profil. Dia itu bisa menjadi panutan dan tauladan, ditengah-tengah umat berbeda paham dan aliran”, tegas Sofyan.

Kepada masyarakat, Sofyan menghimbau, agar mempercayai proses hukum yang dilakukan pihak kepolisian. Dan kepada aparat penegak hukum, kita meminta agar memberikan sanksi yang berat kepada pelaku penganiayan, mengakibatkan meninggalnya almarhum ustadz Aminurrasyid Aruan.

Hal yang sama disampaikan salah seorang dosen di Universitas Al Washliyah Labuhanbatu, Mulkan Silaen MA. Menurut Mulkan, almarhum merupakan salah satu sosok yang mengenalkan dirinya untuk berorganisasi. “Dimasa remaja, saya sudah berorganisasi, yaitu Ikatan Pelajar Al Washliyah (IPA). Jadi beliau yang mengkader saya di organisasi tersebut”, ucapnya.

Pengakuan Mulkan, sekitar tahun 1997 almarhum yang mengkader dirinya di organisasi IPA di Kecamatan Kualuh Hulu. Dialah yang pertama sekali mengajarkan pentingnya berorganisasi.

Mulkan Silaen, yang kini mengikuti program doktor ilmu hadis di UIN Sumatera Utara itu berdoa,  semoga ilmu yang pernah diberikan kepada dirinya, kiranya dapat bermanfaat dunia dan akhirat. Serta Allah memasukkan almarhum kumpulan pejuang dan pembela Uslam. Serta dimasukkan kedalam surganya Allah Subhanahu wa taala.

“Selamat jalan guruku, ulama kami. Ustadz Aminurrasyid merupakan seorang sosok yanG sangat baik, tidak banyak berkata-kata. Sejuk serta kalam orangnya”, ucap Mulkan.

Selain itu dia menyebutkan,  beliau kami anggap seorang sosok kakak Instruktur dalam pengkaderan IPA pada masa itu. Sekaligus beliau bisa memposisikan jadi abang, guru fan juga orang tua kami.

Beliau lanjutnya, aktif dimasarakat, baik dibidang dakwah dan juga sosial. Panutan anak muda di zaman kami dan sampai sekarang. (Yasmir)

Pos terkait