Pembunuh Wanita Paruh Baya yang Jasadnya Ditemukan di Kebun Ternyata Suami Korban, Ini Motifnya

Gebraknews.co.id, Labuhanbatu – Pembunuh wanita separuh baya, yang jasadnya ditemukan diareal kebun, ternyata suami korban sendiri, berinisial AS alias Dullah.

“AS (59 tahun), tersangka pembunuh NH boru Rambe (55 tahun), warga Dusun Pondok Indomi, Desa Bandar Tinggi, Kecamatan Bilah Hulu, Kabupaten Labuhanbatu,, Sumatera Utara, sudah diringkus personil Sat Reskrim Polres Labuhanbatu”, kata Kapolres AKBP Anhar Arlia Rangkuti SIK, melalui Kasat Reskrim AKP Parikhesit, menyampaikan ini kepada awak media, Kamis (18/11/2021).

Disebutkannya, petugas meringkus tersangka, Rabu (17/11/2021), saat dirinya bersembunyi di dalam pondok ladang desa setempat.

Menurut Parikhesit, peristiwa “suami bunuh isteri” ini, bermula Selasa (16/11/2021) pagi, ketika korban dan pelaku berangkat berboncengan mengendarai sepeda motor, menuju ladang berjarak sekitar 5 kilometer dari rumah mereka.

Setibanya di ladang, pelaku menderes karet dan korban mengimas/ membersihkan rumput. Kemudian sekitar pukul 11.00 WIB, saat korban sedang mengimas menggunakan parang, pelaku meminta parang itu, dengan berkata “mari dulu parang” itu.  Korban pun menyerahkan parang tersebut kepada tersangka.

Selanjutnya, pelaku dari arah depan/ berhadapan mendorong dada korban, hingga korban terjatuh telentang. Pelaku bergeser ke sisi kiri korban.

Menggunakan tangan kirinya, korban menghalau pelaku.  Pelaku memegangi tangan kiri korban dengan tangan kirinya. Sambil menunduk, pelaku membacokkan parang dalam genggamannya, ke arah leher korban sebanyak 3 kali.

“Saat itu korban berusaha menangkis dengan tangan kanannya. Sehingga terdapat bekas luka robek terbuka pada tangan kanan korban,” ucap Parikhesit.

Ditambahkannya, perbuatan sadis sang suami (tersangka) itu, mengakibatkan korban meninggal dunia dengan luka bacok terbuka pada pundak/pangkal leher sebelah kanan, luka bacok terbuka pada leher sebelah kiri, 2 (dua) luka bacok pada jari tangan kakan bagian luar dan 1 luka bacok pada telapak tangan kanan.

Setelah korban meninggal, pelaku menutupi tubuh korban dengan potongan rumput, yang berada di sekitar tubuh korban. Lalu pelaku membuang parang dengan cara melemparkannya ke arah bawah jurang.

Selanjutnya, pelaku mengendarai sepeda motor pulang ke rumah, berganti baju dan kembali keluar rumah mengendarai sepeda motornya untuk bersembunyi.

Dalam keterangannya itu, Kasat Reskrim menjelaskan, selama menderes pelaku berpikir dan mengingat perbuatan korban selama sebulan terakhir. “Korban selalu menolak ajakan pelaku untuk berhubungan intim. Antara korban dan pelaku, sering cekcok masalah rumah tangga”, jelas Parikhedit.

Selain itu menurut Kasat, korban mengatakan kepada tersangka (suaminya), akan meninggalkan pelaku kalau mereka tetus-terusan cekcok mulut. Saat itulah pelaku berniat untuk membunuh korban.

Parikhesit menambahkan, dari penangkapan tersangka petugas mengamankan barang bukti berupa sebilah parang gagang kayu, pakaian korban dengan bercak darah, celana pelaku warna hijau yang dipakai pelaku, 1 unit sepedamotor Honda Supra X 125, warna merah. “Pelaku dikenakan pasal 338 KUHPidana, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara,” pungkasnya. (Yasmir)

Pos terkait