Pemerintah Pusat Kirim Nelayan Pantura Jawa Ke Natuna, Nelayan Natuna Minta Lakukan Penangkapan Diatas 30 Mille

Natuna (Gebraknews). Keinginan Pemerintah Pusat untuk mendatangkan  nelayan Pantai Utara Jawa ( Pantura ) untuk melakukan penangkapan ikan di perairan Natuna Kepulauan Riau. Dipertanyakan oleh sejumlah nelayan tradisional Natuna.

Ketua Nelayan Lubuk Lumbang kelurahan Bandarsyah, Heman, ketika dihubungi, Selasa (7/1/2020). Meminta Pemerintah Pusat untuk menjelaskan kepada nelayan di Natuna tentang aturan dan batas- wilayah tangkapan kapal nelayan pantura tersebut

Bacaan Lainnya

” kita maunya nelayan Pantura itu melakukan penangkapan diperairan Natuna berada pada diatas 30 mille pantai dan mempergunkan alat tangkap yang diizinkan pemerintah. Tidak pakai pukat harimau dan sejenisnya,’’ Harapan Herman.

Herman juga mengatakan, kita setuju aja adanya nelayan Pantura melakukan penangkapan ikan diperiran Natuna. Nelayan tradisional meminta pernyataan yang sama seperti beberapa waktu yang lalu mantan Menteri Kelauatan dan Perikanan Susi Pujiastuti,  juga akan mengirim nelayan Pantura .

Keinginan Nelayan Natuna seperti apa yang dikatakan Herman. Menyikapi  apa yang sampaikan Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan, Mahfud Md saat menerima 100 Pantura, Senin (6/1/2020).

Pemerintah akan mobilisasi nelayan- nelayan dari Pantura dan daerah -daerah lainya untuk menangkap ikan di periran Natuna.

Mahfud MD juga mengatakan, belum lama ini, Indonesia dibikin geram dengan keberadaan nelayan-nelayan asing yang dikawal kapal coast guard China beraktivitas di laut Natuna Utara, Kepulauan Riau. Mahfud menegaskan, nelayan asing yang mencari ikan di perairan Natuna adalah pencuri.

“Natuna itu sekarang dimasuki kapal-kapal pencuri ikan. Pencuri ikan itu artinya mengambil ikan secara ilegal. Kalau mengambil secara ilegal itu artinya kan mencuri, jadi tidak ada minta maaf, mungkin agak kasar pencuri ikan itu, ya memang illegal fishing pengambilan ikan secara tidak sah berdasar hukum itu namanya pencuri, sehingga kita menyebutnya agak kasar, pencuri ikan,” kata Mahfud

Mahfud menegaskan, berdasarkan hukum internasional, perairan Natuna adalah wilayah sah Indonesia. Dengan begitu, hanya Indonesia yang berhak mengeksplorasi maupun mengeksploitasi kekayaan laut di kawasan perbatasan itu.

Oleh karena itu, pemerintah memutuskan untuk mengirimkan nelayan dan kapal patroli untuk menegaskan bahwa Indonesia hadir di Natuna.

“Kita mau memobilisasi nelayan-nelayan dari Pantura dan mungkin pada gilirannya dari daerah-daerah lain di luar Pantura untuk beraktivitas kekayaan laut, mencari ikan, dan sebagainya di sana. Dan ketika berita ini dikordinasikan oleh Deputi 4 Pak Rudianto ternyata sambutannya begitu spontan,” tutur Mahfud.Mahfud mengucapkan terima kasih atas kesediaan para nelayan Pantura berlayar di perairan Natuna.

“Untuk itu saya mengucapkan terima kasih. Intinya Pemerintah akan mendukung saudara-saudara untuk ke sana, nanti bagaimana perizinan fasilitas apa yang akan dicarikan oleh pemerintah, nanti biar dirembuk, nanti akan diarahkan oleh Pak Rudianto di sini Bapak Deputi,” kata Mahfud MD.

Para nelayan bertepuk tangan saat Mahfud menyampaikan ucapan terima kasih pada mereka. Selain itu, Mahfud juga menjamin keamanan tiap nelayan yang dikirimkan ke Natuna.

“Intinya kita akan hadir sesuai dengan perintah presiden, sudah lama ini. Keputusan Presiden itu sudah lebih dari setahun yang lalu mengatakan kita harus hadir di sana kehadirannya dalam bentuk apa? 1 patroli yang rutin, yang kedua kegiatan melaut nelayan,” ucap Mahfud.

“Selain saudara menggunakan hak saudara sebagai warga negara juga menggunakan kewajiban saudara untuk turut membela negara menunjukkan bahwa ini milik kami. Saudara akan dilindungi oleh negara tidak akan ada tindakan-tindakan fisik yang mengancam saudara, yang penting sudah nyaman di situ. Negara nanti yang akan mengawal kegiatan saudara di situ,” ia menandaskan.( Red).

Pos terkait