Pemkab Pasaman Barat Salurkan 4,3 Ton Bantuan Pangan untuk Korban Banjir dan Longsor

Gebraknews.co.id, Pasaman Barat – Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat menyalurkan lebih dari 4,3 ton bantuan pangan kepada masyarakat terdampak banjir dan longsor di delapan nagari pada empat kecamatan.

Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua TP-PKK Pasaman Barat, Ny. Sifrowati Yulianto, didampingi Inspektur Pasaman Barat Emnita Nadirua, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Ekadiana Oktavia, serta sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Penyaluran bantuan turut didampingi camat dan wali nagari di wilayah terdampak.

Bacaan Lainnya

Selain bantuan cadangan pangan pemerintah, rombongan juga menyalurkan kebutuhan pokok lainnya seperti telur, sarden, mi instan, serta berbagai bahan pangan untuk memenuhi kebutuhan harian masyarakat korban bencana.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, rombongan turut meninjau langsung kondisi rumah warga terdampak banjir dan longsor di Muaro Sitabu, Nagari Bahoras, Kecamatan Gunung Tuleh, serta di Barabinongo, Jorong Paraman Sawah, Nagari Batahan Utara, Kecamatan Ranah Batahan.

Adapun delapan nagari penerima bantuan meliputi Nagari Seberang Kenaikan dan Bahoras di Kecamatan Gunung Tuleh; Nagari Sikilang dan Ranah Air Haji di Kecamatan Sungai Aur; Nagari Ranah Koto Tinggi di Kecamatan Koto Balingka; serta Nagari Batahan Barat, Batahan Utara, dan Batahan Tengah di Kecamatan Ranah Batahan.

Sementara itu, rincian bantuan cadangan pangan pemerintah yang disalurkan mencakup empat kecamatan, yakni Kecamatan Gunung Tuleh sebanyak 572,5 kilogram, Kecamatan Sungai Aur 570 kilogram, Kecamatan Koto Balingka 1.927,5 kilogram, dan Kecamatan Ranah Batahan 1.325 kilogram.

Ketua TP-PKK Pasaman Barat, Ny. Sifrowati Yulianto, di ruang kerjanya, Selasa (16/12/2025), berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban masyarakat terdampak bencana.

“Kami berharap bantuan ini dapat membantu dan bermanfaat bagi masyarakat. Kami juga mengimbau warga yang berada di wilayah rawan banjir dan longsor agar sementara waktu mengungsi, mengingat BMKG memprediksi potensi cuaca ekstrem masih berlangsung hingga Februari,” ujarnya.

Ia juga meminta masyarakat melaporkan seluruh data kerusakan melalui camat setempat agar dapat segera didata dan ditindaklanjuti.

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pasaman Barat, Ekadiana Oktavia, menjelaskan bahwa bantuan tersebut merupakan cadangan pangan pemerintah yang disiapkan sebagai langkah cepat penanganan darurat bagi masyarakat terdampak bencana alam.

(Roni Pasrah)

Editor: R. Piliang

Pos terkait