Pemulihan Pascabencana di Nagari Talu Terus Berjalan, 928 KK Terdampak

Gebraknews.co.id, Pasaman Barat – Nagari Talu, Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat, masih menjalani proses pemulihan pascabencana hidrometeorologi berupa banjir bandang dan longsor yang melanda wilayah tersebut sejak akhir November 2025.

Bencana tersebut mengakibatkan kerusakan infrastruktur jalan, rumah warga, serta lahan pertanian. Berdasarkan data terkini, sebanyak 928 kepala keluarga (KK) terdampak secara sosial ekonomi. Selain itu, 8 KK mengalami kerusakan rumah akibat tertimbun longsor secara langsung, serta 62 KK kehilangan lahan pertanian produktif.

Bacaan Lainnya

Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat telah memperpanjang status tanggap darurat hingga 29 Desember 2025 guna memastikan pembersihan material longsor, pendistribusian logistik, serta pemantauan titik-titik rawan terus berjalan.

Wali Nagari Talu, Mahyu Danil, S.Ag, mengatakan bahwa bantuan kemanusiaan masih terus disalurkan kepada korban dan warga terdampak bencana.

Penyaluran bantuan dilakukan secara door to door, dengan sebagian paket bantuan diantarkan langsung ke rumah warga, sementara sebagian lainnya dijemput di Posko Bencana Kantor Wali Nagari Talu.

“Alhamdulillah, bantuan ini dapat disalurkan dengan baik kepada warga yang membutuhkan. Ini merupakan bentuk kepedulian bersama dalam proses pemulihan pascabencana,” ujar Mahyu Danil saat memimpin proses pendistribusian bantuan di Nagari Talu.

Selain bantuan pangan, upaya pemulihan pascabencana juga mendapat dukungan dari 50 personel TNI Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol yang telah ditempatkan sejak 9 Desember 2025. Personel TNI tersebut membantu pendistribusian logistik serta pemulihan akses bagi warga terdampak.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada TNI Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol yang telah mengirimkan 50 personel sejak 9 Desember 2025 hingga hari ini, Rabu (24/12/2025). Bantuan distribusi logistik dan pemulihan akses ini sangat berarti bagi masyarakat Nagari Talu,” ungkapnya.

Sementara itu, akses jalan provinsi lintas Simpang Empat–Talu kini sudah dapat dilalui kendaraan roda empat sejak awal Desember 2025. Jalur tersebut sebelumnya terputus total akibat longsor besar pada 25 November 2025.

Pembersihan material longsor dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari Dinas PUPR Provinsi Sumatera Barat, BPBD Pasaman Barat, TNI-Polri, serta masyarakat, dengan menggunakan ekskavator dan alat berat lainnya.

“Saat ini jalur sudah relatif bersih dari tumpukan tanah besar, meskipun kondisi permukaan jalan masih berlumpur, berbatu, tidak rata, dan terdapat sejumlah genangan air,” jelas Mahyu Danil.

Ia menambahkan, pemulihan di Nagari Talu menunjukkan kolaborasi yang solid antara pemerintah daerah, TNI Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol, dan masyarakat. Dengan penyaluran bantuan yang tepat sasaran serta dukungan logistik berkelanjutan, proses pemulihan diharapkan dapat berjalan lancar hingga berakhirnya masa tanggap darurat pada 29 Desember 2025.

“Untuk itu, kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi longsor susulan,” pungkasnya.

(Roni Pasrah)

Editor: R. Piliang

Pos terkait