Gebraknews.co.id, Batam – Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Kepulauan Riau (Kepri) melaksanakan kegiatan pemusnahan obat dan makanan ilegal dari hasil pengawasan dan penindakan tahun 2018 sebanyak 418.316 pieces dengan nilai ekonomi 4,7 Milyar. Halaman kantor BPOM Kepri, Jl Hang Jebat, Sambau, Nongsa Batam, Kota Batam, Kepulauan Riau. Selasa (18/12/18).

Turut hadir dalam  kegiatan tersebut, Kepala BPOM Kepri, Yosef Dwi Irwan, Wakil Gubernur Kepri, Isdianto, Kepala Bea dan Cukai Batam, Susila Brata, serta para tamu undangan lainnya.

Wakil Gubernur Kepri, Isdianto menyampaikan, apresiasi yang setinggi-tingginya atas penindakan yang telah dilakukan oleh BPOM Kepri.

“Ini sudah jelas, menyelamatkan kerugian negara, juga menyelamatkan masyarakat Kepri. Karena dampaknya sangat besar untuk kesehatan apabila menggunakan obat dan makanan yang tidak resmi,” ujar Isdianto.

Lanjutnya, Isdianto juga menyanyangkan tentang adanya informasi saat BPOM Kepri mau razia, para pelaku usaha yang ilegal ini  sudah tau duluan. Dan informasi ini kabar anginnya orang dalam juga.

“Saya meminta kepada pihak BPOM Kepri, agar jangan mudah menyerah, terus bekerja demi masyarakat Kepri,” tambah Isdianto.

Sementara itu, Kepala BPOM Kepri,  Yosef Dwi Irwan menyampaikan, bahwa obat dan makanan memiliki peranan yang strategis di bidang kesehatan, ketahanan nasional dan daya saing bangsa.

“Badan POM RI sebagai otoritas yang memiliki kewenangan dalam pengawasan obat dan makanan selalu berkomitmen penuh guna memastikan pemenuhan persyaratan mutu, keamanan dan khasiat, serta manfaat obat dan makanan yang beredar,” ujar Yosep

Dihimbau Akepada seluruh masyarakat khususnya Kepri, agar bijak dan cerdas dalam memilih obat dan makanan untuk di konsumsi, dengan selalu Cek KLIK ( cek kemasan, cek label, cek izin edar dan cek kadaluarsa).

“Apabila menemukan hal yang mencurigakan agar menghubungi unit layanan pengaduan konsumen (ULPK) Balai POM Batam di (0778) 761543 atau manfaatkan layanan pengaduan langsung kepada Kepala Balai di 081269661976. (Arf).