Penganiayaan Sesama Remaja Puteri, Polres Labuhanbatu Terapkan Undang-undang Undang-undang Sistem Peradilan Anak

ilustrasi:ist

Gebraknews.co.id, Labuhanbatu – Penganiayaan sesama remaja puteri, Polres Labuhanbatu, Sumatera Utara, dalam penanganannya menerapkan Undang-undang nomor 11 Tahun 2012, tentang Sistem Peradilan anak.

“Polres Labuhanbatu melakukan ‘Diversi’, dengan  melibatkan pelaku,, korban, keluarga dan Badan Pemasyarakatan maupun Dinas Sosial. Agar tidak menciderai hak-hak pelaku dan korbannya sebagai anak,” ucap Kapolres Labuhanbatu, AKBP Arlia Rangkuti SIK, melalui Kasubag Humas, AKP Murniati SH kepada wartawan dikantornya, Selasa (23/11/2021) siang.

Dijelaskannya, adapun penganiayaan sesama remaja putri ini, melibatkan tersangka pelaku sebut saja bernama Upik, 19, warga Kecamatan Pangkatan, dengan Butet (bukan nama sebenarnya), 17 tahun, pelajar kelas III salah satu SMA.

Murniati menjelaskan, petugas berhasil mengamankan tersangka, Butet pelaku penganiayaan sesama remaja puteri, yang terjadi Minggu (21/11/2021).

Disebutkannya, peristiwa ini sempat viral di mediasosial facebook, kemudian langsung direspon Kapolres Labuhanbat dan memerintahkan penyelidikannya. Sehingga tersangka pelaku berhasil diamankan.

Murnisti menjelaskan, korban membuat laporan di Polres Labuhanbatu. Terkait penganiayaan yang dialaminya, Minggu (21/11/2021),  yang mengalami pemukulan di lengan kanan, dadanya dan mata sebelah kiri, sehingga mengeluarkan darah.

“Pelaku Butet berstatus pelajar kelas III SMA tersebut diamankan, Senin (22/11/2021), sekira Pukul 19.30 WIB malam,  oleh personil Sat Reskrim Polres Labuhanbatu,  dipimpin Kasat AKP Rusdi Marzuki SIK MH, saat sedang melintas di Jalan MH Thamrin Rantsuprapat”, Murniati menjelaskan.

Dan saat ini katanya, dalam proses pemeriksaan petugas Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA,  dipimpin Kanit Iptu Rostina Br Sembiring.

Menurut Murniati, dari awal interogasi diketahui pelaku merasa ada ketersinggungan dengan pembicaraan yang disampaikan korban, terkait adanya kegiatan pedicure madicure kakak pelaku.

Kepada petugas, tersangka menjelaskan, menurut korban adalah barang yang dipergunakan tidak berkualitas.  Begitupun terkait modus pelaku masih didalami penyidik secara intensif. (Yasmir)

Pos terkait