GebrakNews.co.id, Jabar – Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan pendidikan keluarga menjadi kian penting di era teknologi saat ini. Oleh karena itu, para orangtua harus membekali putra-putri mereka dengan ilmu pengetahuan dan karakter yang baik sejak usia dini.

“Saya tekankan bahwa PAUD adalah pertama sekali merupakan tanggung jawab keluarga. Jadi jangan sampai ketika dibangun PAUD-PAUD, keluarga-keluarga merasa bebas karena PAUD ini hanya untuk menopang fungsi peranan keluarga,” tegas Menteri Pendidikan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy, saat membuka Dialog Kebijakan PAUD dan Pendidikan Keluarga, di Bandung, Jawa Barat (7/12/2018).

Pendidikan untuk orangtua

Mendikbud menambahkan, oleh karena itu sebenarnya pendidikan terhadap orangtua di PAUD itu sangat penting.

“Kalau bisa 10 persen pertemuan di PAUD untuk orangtua dari siswa yang belajar di PAUD agar mereka bisa merawat dan menanamkan nilai kepada anaknya ketika anak berada di lingkungan keluarga sehari-hari,” lanjut Muhadjir seperti dikutip dari laman resmi Kemendikbud.

Baca juga: Menanamkan Pendidikan Karakter lewat Penelitian
endikbud mengatakan, ada 3 taksonomi di bidang pendidikan, yakni informal, formal, dan non formal. Dilihat dari sasarannya ada afektif, kognitif, dan psiko motorik. Sedangkan dari lingkungan, terbagi atas keluarga, sekolah, dan masyarakat.

“Tiga dimensi ini saling beririsan. Walaupun secara konseptual bisa dipilah tetapi di dalam praktiknya saling beririsan dan tetap memiliki titik tekan, misalnya untuk pendidikan informal, lebih banyak berlaku di lingkungan keluarga,” ujarnya.

Penanaman nilai di keluarga

Dan yang menjadi pesan dalam pendidikan informal adalah penanaman nilai. lanjut Mendikbud.

Ditambahkan Mendikbud, pendidikan formal merupakan domain sekolah, yang menanamkan aspek kognitif (pengetahuan). Sedangkan pendidikan non formal merupakan domain masyarakat yang menekankan pada psiko motorik.

“Jadi sekolah sebenarnya juga terlalu berat apabila dibebani untuk menanamkan nilai karena lebih untuk memberikan pengetahuan dan pengalaman-pengalaman dasar. Sedangkan kalau di masyarakat, bentuk pendidikan yang bagus adalah bentuk-bentuk keterampilan, kursus-kursus,” kata Mendikbud.

Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (PAUD Dikmas) Kemendikbud, Harris Iskandar, dalam laporannya mengatakan, Dialog Kebijakan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Keluarga Tahun 2018 mengusung tema “Mewujudkan PAUD yang Berkualitas, Inklusif, dan Berkesetaraan”.

Peran harmonis keluarga dan sekolah

Tema ini sejalan dengan upaya yang sedang dilakukan di tingkat global, regional dan nasional, yakni untuk menghadirkan layanan PAUD yag berkualitas dan menjangkau anak usia dini di manapun mereka berada.

“Tidak dapat kita pungkiri bahwa keluarga juga memegang peranan yang tidak kalah pentingnya dalam membangun anak usia dini yang berkualitas. Keluarga adalah pendidik yang pertama dan pendidik yang paling utama bagi anak-anak kita,” ujar Harris.

Ia menambahkan, Ki Hajar Dewantara, Bapak Pendidikan Indonesia, telah mencetuskan pentingnya membangun hubungan yang harmonis antara satuan pendidikan, keluarga, dan masyarakat.

Kegiatan dialog ini dihadiri 500 peserta terdiri dari unsur Kementerian dan Lembaga terkait, pemerintah daerah, organisasi internasional, organisasi mitra PAUD dan pendidikan keluarga, akademisi, dan praktisi serta para pemerhati pendidikan keluarga dari seluruh Indonesia.

Dari kegiatan ini diharapkan dapat melahirkan pemikiran-pemikiran baru terkait upaya menghadirkan layanan PAUD yang berkualitas, inklusif dan berkesetaraan.

 

Sumber: Kompas