0

Gebraknews.co.id, Batam – Persoalan pendidikan di Kota Batam dari tahun ke tahun selalu saja menyita perhatian publik. Salah satu masalah rutin yang menghantui setiap tahun ajaran adalah terkait penerimaan peserta didik baru (PPDB), disamping juga sejumlah persoalan lain.

Jika tak cepat dicarikan solusi, dikhawatirkan kualitas pendidikan di Kota Batam kian Menurun.

Anggota Komisi IV DPRD Batam Safari Ramadhan SP.d.I membenarkan bahwa polemik pendidikan di kota Batam masih menjadi sorotan dan menjadi PR bagi Pemerintah. Dia menyebut, problem pendidikan di Kota Batam yang masih menyita perhatian, diantaranya terkait ketersediaan sekolah Negeri.

“Saya melihat pendidikan di Batam ini masih bermasalah, setiap penerimaan murid baru selalu menjadi persoalan. Hal ini akibat besarnya euforia masyarakat untuk mendaftar ke sekolah Negeri. Sementara kapasitas sekolah yang ada sangat terbatas. Kita memaklumi kenapa Negeri menjadi pilihan dibanding swasta, karna tentunya masalah ekonomi masyarakat. Hal ini masih menjadi PR dari tahun ketahun. Sistim Zonasi yang diterapkan juga masih belum menjadi solusi,” kata Safari.

Safari menambahkan, “bagaimana kita mengatasi hal ini, tentu dengan membangun sekolah baru. Namun ini lagi-lagi mengalami hambatan terutama masalah lahan. Seperti misalnya SD 08 Batuaji yang masih menumpang satu gedung dengan sekolah lain. Uangnya sudah dianggarkan untuk membangun, namun lahannya belum ada. Umumnya lahan di Batam sudah ada yang memiliki, kita kesulitan untuk mencarikan lahan, juga terkait regulasinya, salah satu penyebabnya adalah dualisme kepemimpinan di Batam , semoga dengan adanya Exs- offisio yang rencananya akan dijalankan nanti bisa menjadi solusi,” tukasnya.

Untuk mengatasi Masalah PPDB ini, pria yang akrab disapa Buya itu memberikan alternatif, yaitu dengan memberdayakan sekolah swasta, sehingga uang sekolah bisa terjangkau oleh golongan ekonomi bawah
” Salah satu solusi untuk mengatasi masalah ini adalah dengan memberdayakan sekolah Swasta sehingga masyarakat tidak lagi bergantung kepada sekolah negeri, banyak sekolah swasta yang berkualitas namun masalahnya adalah biaya yang tidak terjangkau oleh masyarakat ekonomi lemah.
Disinilah peran pemerintah untuk mencarikan solusi. Misalnya dengan membantu pembangunan gedung sekolah swasta atau memberikan anggaran khusus untuk sekolah swasta tersebut sehingga biayanya bisa disubsidi. Kita kan tau sekolah swasta ini membangun gedung sendiri, membayar gaji guru sendiri dan biaya administrasi bulanannya. Biaya ini tentu ditanggung oleh wali murid. Jika pemerintah bisa membantu dengan syarat, masalah PPDB ini bisa sedikit lebih ringan,” papar safari.

Selain masalah PPDB safari juga menyinggung soal SDM dan kesejahteraan guru.
“Masalah SDM guru juga harus diperhatikan, kemudian masalah kesejahteraannya. Jangan sampai setelah mengajar guru berprofesi sebagai tukang ojek dan sebagainya. Jika kesejahteraannya terpenuhi, guru akan lebih fokus untuk mengajar tampa memikirkan hal lain. Ini juga mempengaruhi kualitas guru,” imbuhnya.

Senada dengan Safari, Haryanto SP.d.MH selaku Sekretaris Dewan Pendidikan kota Batam, juga turut menyoroti masalah yang terjadi di lingkup Pendidikan di Kota Batam.

“Saya melihat masalah yang pendidikan yang masih terjadi saat ini adalah jumlah sekolah Negri yang masih belum sanggup menampung banyaknya siswa baru. Hari ini kerap kita jumpai banyaknya sekolah yang over kapasitas, dan secara tidak langsung telah melanggar aturan yang ada.
Saya contohkan begini, biasanya setiap satuan pendidikan hanya boleh 6 rombel, ketika sekolah membuat 27 rombel itu sudah melanggar aturan. 1 kelas paralel hanya boleh 3 kelas. Kalau kelasnya ada 6 hanya boleh sebanyak 18 loka. Namun banyak yang dijumpai lebih dari yang ditetapkan. Itu sudah melanggar karakter. Selanjutnya adalah jumlah siswa.

Berdasarkan Permendiknas nomor 14 tahun 2018, satu kelas SD misalnya hanya boleh diisi oleh 28 siswa, namun kenyataannya sekarang ada yang diisi oleh 55 siswa satu rombel, bagaimana mungkin seorang guru efektif mengajar murid sebanyak itu. Tentu kualitasnya dipertanyakan. Ini harus menjadi perhatian kita bersama,” ujar Haryanto.

Pria yang hampir seperempat abad menjadi guru itu menilai bahwa selain permasalahan tersebut banyak faktor lagi yang mesti menjadi perhatian.

” Selain masalah PPDB, Masalah SDM guru juga harus diperhatikan, guru sekarang harus sarjana dan bersertifikasi. Banyak juga dijumpai dilapangan ada guru honorer yang masih tamatan SMA atau ada yang sedang menamatkan pendidikanya, tentu kualitasnya dipertanyakan.
Selain itu juga perlu diperhatikan masalah keamanannya.

Setiap sekolah harus punya security dan juga pagar sekolah yang memadai. Masalah kebersihan juga perlu menjadi perhatian,
Kemudian sekolah harus memenuhi 8 standar pelayanan minimal (Spm) diantaranya, standar kompetensi lulusan, standar isi, standar proses, standar pendidikan dan tenaga kerja,standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan pendidikan dan standar penilaian pendidikan. Itu harus dipenuhi.
Semoga masalah yang ada ini bisa teratasi demi generasi penerus bangsa kita yang lebih baik kelak”pungkasnya… (Bersambung)

 

(Ifan)


Like it? Share with your friends!

0

Comments

comments

Powered by Facebook Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format