Polres Labuhanbatu Ringkus 6 Pelaku Pembakaran Rumdis Kalapas Kelas III Kotapinang, Ini Motifnya

Gebraknews.co.id, Labusel – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Kepolisian Resort (Polres) Labuhanbatu berhasil mengungkap dan menangkap pelaku pembakaran rumah dinas (Rumdis) Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas III Kotapinang, Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel), Provinsi Sumatera Utara (Sumut).

Kapolres Labuhanbatu, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Deni Kurniawan, didampingi Kapolsekta, AKP Bambang G Hutabarat, dalam konferensi pers yang dilaksanakan di aula Mapolsekta Kotapinang, Kabupaten Labusel, Senin (2/8/2021), kepada wartawan menjelaskan, dalam kasus pembakaran Rumdis Kalapas Kelas III Kotapinang tersebut, petugas berhasil meringkus eksekutor dan penyandang dananya.

Bahkan, salah seorang dari 6 tersangka terpaksa ditembak polisi karena melakukan perlawanan saat akan ditangkap.

Para tersangka yang diringkus adalah, AWS alias Randa (23), warga Lorong Uswatun, Dusun Cikampak Permai, Desa Aek Batu, Kecamatan Torgamba, Kabupaten Labusel (berperan sebagai eksekutor dan merupakan residivis kasus pencurian).

EH alias Ewin (39), warga Jalan Labuhan Baru, Kelurahan Kotapinang, Kecamatan Kotapinang, Kabupaten Labusel (berperan sebagai eksekutor dan merupakan residivis kasus narkotika jenis sabu).

RASH alias Agus Musibah (40), warga Jalan Labuhan Lama, Kelurahan Kotapinang, Kecamatan Kotapinang, Kabupaten Labusel (berperan ikut merencanakan pembakaran, mencari eksekutor, dan yang menyuruh tersangka EH dan Randa melakukan pelemparan dengan bom malotov). Saat ini tersangka Agus Musibah merupakan tahanan Polres Labuhanbatu yang dititipkan di Lapas Kotapinang dalam kasus narkotika.

“Selanjutnya yang kita amankan adalah tersangka S alias Wondo (34), warga Dusun Simpang IV Cikampak, Desa Aek Batu, Kecamatan Torgamba, Kabupaten Labusel. Tersangka S alias Wondo ini berperan ikut merencanakan dan melakukan pembakaran Rumdis Kalapas. Saat ini S alias Wondo merupakan warga binaan kasus penganiayaan,” kata AKBP Deni Kurniawan.

Tersangka lainnya, sambung Kapolres Labuhanbatu itu, adalah YS alias Mas Yadi (38), warga Jalan Durian Kepenghuluan Suka Maju, Kecamatan Bagan Sinembah, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau. YS alias Mas Yadi berperan ikut merencanakan pembakaran, sekaligus sebagai penyandang dana dan ikut menyuruh melakukan pembakaran. Saat ini YS alias Mas Yadi merupakan warga binaan kasus nakotika.

Kemudian, ISH alias Harahap yang merupakan pegawai Lapas Kelas III Kotapinang. ISH alias Harahap adalah warga Sigorbus Julu, Desa Sigorbus Julu, Kecamatan Barumun, Kabupaten Padang Lawas, Sumut, yang berdomisili di Jalan Kampung Pulo, Kelurahan Kotapinang, Kecamatan Kotapinang, Kabupaten Labusel.

“Tersangka ISH alias Harahap berperan ikut merencanakan melakukan pembakaran dan tersangka merupakan pegawai Lapas Kotapinang yang merasa sakit hati dengan Kalapas, Edison Tampubolon,” ujar AKBP Deni Kurniawan.

“Tindak pidana yang dilakukan adalah dengan sengaja menimbulkan kebakaran serta melanggar Pasal 187 ayat (1) dan ayat (2) Kitab Undang Undang Hukum Pidana, dengan ancaman hukuman penjara selama 15 tahun,” kata orang nomor satu di jajaran Polres Labuhanbatu tersebut.

Diterangkan Deni, motif dari peristiwa pembakaran Rumdis Kalapas Kelas III Kotapinang itu sendiri adalah, tersangka ISH alias Harahap merasa sakit hati kepada Kalapas, Edison Tampubolon, sebab melaporkan dirinya kepada Polsekta Kotapinang karena menggunakan narkotika jenis sabu di dalam Lapas.

Dipaparkan Kapolres, peristiwa pembakaran Rumdis Kalapas Kelas III Kotapinang itu terjadi pada Sabtu (19/6/2021), sekira pukul 01.10 WIB, di Jalan Prof HM Yamin, Kelurahan Kotapinang, Kecamatan Kotapinang, Kabupaten Labusel, Sumut.

“Saat terjadinya peristiwa terbakarnya Rumdis tersebut, Edison Tampubolon sedang tidur di dalam kamar rumah dinasnya, sehingga Kalapas Kelas III Kotapinang tersebut terjebak di dalam rumah dan tidak bisa keluar. Namun setelah api dapat dipadamkan, selanjutnya terhadap Kalapas dilakukan evakuasi. Diakibatkan sempat menghirup banyak asap, Edison Tampubolon mengalami sakit sesak nafas dan segera dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kotapinang guna mendapatkan perawatan medis,” ujar Deni.

Menindak-lanjuti peristiwa tersebut, personil gabungan dari Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumut yang dipimpin langsung Wakil Direktur (Wadir) Reskrimum, AKBP Faisal Napitupulu, Satreskrim Polres Labuhanbatu dipimpin Kasat Reskrim AKP Parikhesit dan Unit Reskrim Polsekta Kotapinang melakukan penyelidikan (laboratoriun forensik), mencari rekaman kamera CCTV di sekitar tempat kejadian perkara (TKP) dan memintai keterangan para saksi.

“Tim petugas gabungan berhasil mengungkap kasus dan diperoleh informasi bahwa pelaku pembakaran Rumdis Kalapas adalah AWS alias Randa dan tersangka EH alias Ewin. Saat itu, petugas langsung memburu kedua tersangka,” kata Deni.

Pada Sabtu (26/6/2021), sekira pukul 10.00 WIB, di Cikampak Desa Aek Batu, Kecamatan Torgamba, Labusel, tim petugas gabungan berhasil meringkus AWS alias Randa, dan pada Rabu (30/6/2021) sekira pukul 23.00 WIB, di Kepenghuluan Kampar, Kecamatan Kampar, Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau, tim petugas gabungan berhasi menangkap tersangka EH alias Ewin.

“Pada saat melakukan penangkapan terhadap EH alias Ewin, tersangka melakukan perlawanan yang membahayakan keselamatan petugas, sehingga petugas terpaksa melakukan tindakan tegas dan terukur kepada tersangka,” ujar Deni lagi.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, kedua tersangka mengaku disuruh melakukan pembakaran oleh RASH alias Agus Musibah, YD alias Mas Yadi, ISH alias Harahap dan S alias Wondo yang merupakan narapidana di Lapas Kelas III Kotapinang.

Atas keterangan tersangka EH alias Ewin dan AWS alias Randa, pada Sabtu (3/7/2021), ke-4 tersangka yang merupakan tahanan (narapidana) Lapas Kelas III Kotapinang dijemput dari dalam Lapas dan dibawa ke Polsekta Kotapinang guna pemeriksaan.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan terhadap ke-empat tersangka, diperoleh keterangan bahwa mereka merencanakan pembakaran Rumdis Kalapas pada Jum’at (11/6/2021), sekira pukul 15.00 WIB, di kamar sel nomor 12 Lapas Kelas III Kotapinang.

Rencana melakukan pembakaran terhadap Rumdis Kalapas tersebut diawali oleh tersangka ISH alias Harahap yang ‘Curhat’ kepada tersangka RASH alias Agus Musibah, YD alias Mas Yadi dan S alias Wondo.

“Tersangka ISH alias Harahap merasa sakit hati kepada Kalapas Edison Tampubolon yang telah melaporkannya kepada Polsekta Kotapinang, sebab menggunakan narkotika jenis sabu di dalam Lapas. Karena itulah tersangka ISH alias Harahap ingin membalaskan dendam dan sakit hatinya kepada Kalapas dan juga berniat mau memukul Edison Tampubolon,” kata Deni.

Untuk melakukan aksinya membakar Rumdis Kalapas Kelas III Kotapinang tersebut, tersangka AWS alias Randa menerima upah Rp 300.000,00. Sementara, tersangka EH alias Ewin mendapat bayaran sebesar Rp 1.200.000,00.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kedua tersangka pun saat ini telah dijebloskan ke dalam sel tahanan.

Acara konferensi pers di aula Mapolsekta Kotapinang itu juga dihadiri Wakapolsekta, AKP IS Gunarko, Kabid Pembinaan Teknologi Farmasi Kementerian Hukum dan Hak Azasi Manusia (Kemenkumham) Kantor Wilayah (Kanwil) Sumatera Utara, M Tavip, Kalapas Kotapinang, Edison Tampubolon, penasehat hukum para tersangka, Pris Madani SH, para Kepala Unit (Kanit), Perwira Unit (Panit) serta sejumlah personil Polsekta Kotapinang lainnya. (Dhedi)

Pos terkait