Gebraknews.co.id, Pasuruan — Forum sosialisasi bahaya narkoba yang digelar di Hotel Ascent Premiere Pasuruan pada Kamis (13/11/2025) mendadak memanas. Presiden Mahasiswa (Presma) Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Pasuruan, M. Ubaidillah Abdi, terlibat adu argumen tajam dengan Kepala BNNK Pasuruan, Masduki, S.H., M.H., terkait efektivitas program pencegahan narkoba di daerah tersebut.
Dalam sesi tanya jawab, Ubaidillah—yang juga Koordinator Aliansi BEM Pasuruan Raya—menyebut program pencegahan BNNK “gagal”, dengan menyoroti lonjakan jumlah warga yang masuk rehabilitasi.
“Data BNNK Pasuruan per Oktober 2025 menunjukkan 201 orang direhabilitasi. Angka ini melonjak drastis dibanding tahun lalu,” ujar Ubaidillah. Ia juga mengingatkan bahwa pada Juni 2025, BNNK sendiri pernah menyebut Pasuruan sebagai “titik rawan serius”.
Menurutnya, peningkatan ini menjadi bukti bahwa sosialisasi dan program pencegahan belum mampu menghentikan bertambahnya pengguna baru. “Ini sinyal bahwa langkah pencegahan di hulu tidak berjalan maksimal,” tegasnya.
Menanggapi kritik tersebut, Kepala BNNK Pasuruan, Masduki, tidak menolak data tersebut, namun memberikan perspektif berbeda. Ia menggunakan analogi razia lalu lintas untuk menggambarkan situasi.
“Kalau polisi lalu lintas melakukan razia dan menilang 500 orang, apakah itu berarti polisinya gagal? Tidak. Itu justru bukti penegakan hukumnya berjalan,” kata Masduki.
Menurutnya, kenaikan angka rehabilitasi tidak selalu berarti kegagalan. “Ini menunjukkan masyarakat semakin percaya pada BNNK dan mau membawa keluarganya untuk direhabilitasi, bukan lagi menyembunyikannya. Karena BNNK bekerja, angkanya terlihat naik,” jelasnya.
Adu argumen tersebut akhirnya ditengahi oleh Anggota Komisi A DPRD Jatim sekaligus inisiator acara, M. Naufal Alghifary. Ia menegaskan bahwa persoalan narkoba tidak bisa dibebankan pada satu instansi saja.
“Kritik dari mahasiswa akan menjadi catatan penting bagi kami. Data 201 korban rehabilitasi adalah fakta yang tidak bisa dibantah,” ujar Naufal. “Masalah narkoba tidak bisa diselesaikan hanya oleh BNNK atau Polri. Ini alarm bagi Pemkot dan Pemkab Pasuruan untuk ikut turun tangan.”
Forum sosialisasi tersebut menghadirkan dua narasumber utama: Kepala BNNK Pasuruan Masduki, S.H., M.H., dan Kasatresnarkoba Polres Pasuruan Kota, Iptu Arief Wardoyo, S.H., M.H.
( Ichwan )








