Puluhan Tahun Warga Kampung Monggak Lewati Jalan Berlumpur Saat Hujan

Gebraknews.co.id, Batam – Akses jalan utama ke Kampung Monggak, Kelurahan Rempang Cate, Kecamatan Galang, amat memprihatinkan.

Jalan yang dilewati warga sehari-hari, sebagian besar belum tersentuh aspal. Ketika hujan, warga terpaksa melintasi jalan berlumpur yang di beberapa titik menjadi genangan air.

Bacaan Lainnya

Selama puluhan tahun, warga Kampung Monggak yang terdiri dari 122 Kepala Keluarga itu hanya bisa berharap akses jalan ke perkampungan mereka bisa diperbaiki pemerintah.

Kubangan air saat musim hujan di Jalan Kampung Monggak

Tokoh masyarakat Kampung Monggak, Pak Timo yang gebraknews.co.id jumpai, Sabtu (10/10/2020), mengatakan, sejauh ini baru sekitar 2 Kilometer dari total jalan utama ke kampung itu yang sudah diaspal. Itupun baru beberapa tahun belakangan.

“Pada tahun 2016 diaspal 1 Kilometer jalan yang dekat dari pemukiman kami. Disambung lagi 1 Kilometer pada tahun 2018 kemaren. Jadinya jalan aspal hanya dekat pemukiman ini. Kesananya hingga jalan raya itu masih jalan tanah yang selalu berlumpur ketika hujan,” terang Pak Timo yang merupakan Ketua RT setempat.

Pak Timo, tokoh masyarakat Kampung Monggak

Warga Kampung Monggak, tambahnya, sangat berharap akses jalan bisa diperbaiki. Selain untuk memperlancar aktifitas warga juga untuk meningkatkan taraf ekonomi masyarakat yang rata-rata berpendapatan rendah.

“Kami warga hanya bisa pasrah. Beberapa kali juga telah kami ajukan untuk perbaikan jalan. Sampai sekarang kami masih menunggu,” terang orangtua itu.

Pak Timo yakin, jika jalan diperbaiki, nilai jual ikan warga yang umumnya berprofesi sebagai nelayan itu bisa lebih tinggi.
“Dengan susahnya akses masuk dan keluar juga memperlama proses pengantaran ikan,” tukuknya.

Ilyas warga setempat membenarkan hal itu.
“Sebagian besar warga di sini nelayan. Memang kami disini ada pembeli langsung yang datang kesini. Tapi dengan sulitnya akses jalan pastinya berpengaruh kepada harga,” ujar Ilyas.

Dengan sulitnya akses jalan tersebut, Kampung Monggak sangat jarang dikunjungi orang luar. Padahal menurut Pak Timo, potensi ikan segar dan wisata berbasis kearifan lokal sangat besar peluangnya untuk dikembangkan.

“Banyak potensi yang bisa dikembangkan jika jalan ke Kampung Monggak lancar. Bisa menjual ikan, restoran kelong, atau menyediakan kapal untuk pemancing,” ujarnya.

Sekarang ini ditengah pandemi Covid-19, pendapatan warga yang sepenuhnya bergantung dari hasil penjualan ikan sangat terpukul. Sebab, ikan susah terjual.
“Sekali lagi, kami hanya bisa pasrah saja dan berharap keadaan ini lebih baik kedepannya,” kata Pak Timo dengan muka sayu.

Beruntung, dalam waktu dekat akses listrik PLN bisa dinikmati masyarakat.
Saat awak media berkunjung, terlihat jaringan listrik tengah dikerjakan dan hampir rampung.
Ridwan Effendi, staff penghubung Bright PLN Batam wilayah Batuaji yang gebraknews hubungi membenarkan bahwa sedang berlangsung pemasangan Jaringan Tegangan Menengah (JTM) untuk Kampung Monggak.
“Di Kampung Monggak sedang inprogress pengerjaan JTM (Jaringan Tegangan Menengah),” kata Ridwan.

Kampung Monggak sendiri terletak di Kelurahan Rempang Cate, Kecamatan Galang. Berjarak sekitar 16 Kilometer dari jembatan 4 Barelang.

(Ifan)

Pos terkait