Puskesmas Beri Pengobatan Gratis di Wilayah Terpencil Waolo

Gebraknews.co.id, Gorontalo – Hadir ditengah warga dusun Waolo, kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bonebolango, Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskemas) jadi perhatian masyarakat setempat. Pasalnya, Dusun Waolo yang tergolong dusun terpencil akhirnya merasakan kembali pengobatan gratis.

Muat Lebih

Pengobatan gratis dipimpin langsung oleh Kepala Puskes (Kapus) Herlina Pakaya. Kegiatan yang melibatkan seluruh unsur tersebut menurut Herlina dilakulan sekali dalam sebulan.

“Kita melibatkan seluruh unsur pemerintahan, baik kecamatan, desa, maupun polsek setempat. Dan kami laksanakan kegiatan ini satu kali saja dalam sebulan,” tutur Herlina, Rabu (03/7).

Penduduk Dusun Waolo ditahun 2017 sempat diserang oleh penyakit gatal – gatal yang di sebut Scabies. Namun, penyakit yang mewabah tersebut bisa segera di atasi oleh pihak Puskesmas. Dengan menyalurkan obat-obatan pada penduduk di dusun tersebut.

“Alhamduliah, penyakit sekarang yah biasa-biasa saja. Tahun 2017 memang sempat mereka terkena gatal-gatal namun sekang rata-rata dara tinggi, demam, dan penyakit kulit lainnya namun tidak menular menular,” Jelas Herlina

Sementara itu, ditempat berbeda Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Bonebolango, Meyrin Kadir mengapresiasi kinerja pelayanan Puskesmas yang turun langsung memberikan pelayanan kesehatan pada warga di desa terpencil.

” Alhamdulillah sekarang Puskesmas telah rutin hadir dimasyarakat sesuai dengan jadwal yang di tentukan. Ini komitmen kami untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat sesuai dengan apa yang menjadi harapan pemerintah Bonebolango,” ungkap Meyrin Kadir.

Meyrin berharap dengan rutinnya kegiatan Puskesmas dimasyarakat maka Dinas Kesehatan pun akan mudah mengakses dan mendapatkan laporan terkait kesahatan warga dan gejala penyakit yang ada di wilayah terpencil.

“Tentunya kegiatan seperti ini sangat membatu masyarakat dan juga pemerintah. Dengan rutin hadir ditengah-tengah masyarakat maka gejala apapun yang ada pada masyarakat di desa terpencil bisa secepatnya kita ketahui dan tangani,” tutup Meyrin Kadir. BK/LIM

Pos terkait