Gebraknews.co.id, Tanjungpinang – Setahun sudah duet kepemimpinan Ansar Ahmad dan Nyanyang Haris Pratamura menakhodai Provinsi Kepulauan Riau periode 2025–2030. Keduanya resmi dilantik Presiden Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025, usai meraih 450.109 suara (55,06 persen) pada Pilkada 2024.
Mengusung visi “Kepri Maju, Makmur, dan Merata” yang diselaraskan dengan agenda nasional Asta Cita, Ansar–Nyanyang sejak awal menegaskan pentingnya sinkronisasi RPJMN dengan RPJMD. Garis besarnya jelas: kemaritiman sebagai jangkar, konektivitas sebagai pengungkit, dan SDM sebagai mesin utama.
Ekonomi Tumbuh, Optimisme Menguat
Tahun pertama kepemimpinan mencatat pertumbuhan ekonomi kumulatif (C-to-C) sebesar 6,94 persen—melampaui rata-rata Sumatera (4,81 persen) dan nasional (5,11 persen). PDRB ADHK mencapai Rp224,51 triliun. Kepri pun menjadi provinsi dengan pertumbuhan tertinggi di Sumatera dan peringkat ketiga nasional.
Penguatan ini ditopang oleh:
- Lonjakan kunjungan wisman 2,027 juta orang (naik 22,59 persen).
- Realisasi PMA tumbuh 16,62 persen dan PMDN 112,04 persen.
- Kenaikan ekspor 17,37 persen (bertambah 231,74 juta USD).
- Sektor manufaktur yang kembali ngebut di tengah tantangan global.
Sederhananya, mesin ekonomi hidup, bensinnya investasi, dan sopirnya kolaborasi.
IPM “Naik Kelas”, Pengangguran Terkendali
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 2025 menembus 80,53—naik 0,64 poin dan resmi masuk kategori “Sangat Tinggi”. Secara nasional, Kepri peringkat ketiga dan tertinggi di luar Jawa.
Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Agustus 2025 tercatat 6,45 persen, turun dari 6,89 persen. Target akhir RPJMD: 5,57–6,06 persen. Strateginya: vokasi diperluas, link and match industri diperkuat. Targetnya jelas—ijazah tak sekadar dibingkai, tapi terserap pasar kerja.
Kemiskinan Turun, Kerukunan Terjaga
Persentase kemiskinan Maret 2025 berada di 4,44 persen (117,28 ribu orang), turun dari 4,78 persen. Posisi ini menjadikan Kepri terendah di Sumatera dan keempat terendah nasional.
Indeks Kerukunan Umat Beragama (IKUB) 2025 mencapai 83,68 (kategori tinggi), menempatkan Kepri konsisten di TOP 5 nasional empat tahun berturut-turut. Di tengah dinamika global, Kepri menunjukkan bahwa pertumbuhan dan harmoni bisa jalan beriringan.
Infrastruktur & Lingkungan: Konektivitas Digenjot
Indeks Kualitas Lingkungan Hidup naik menjadi 75,05 (di atas nasional 72,87). Kondisi jalan mantap meningkat menjadi 81,11 persen. Rasio elektrifikasi mencapai 99,21 persen melalui Program Kepri Terang.
Program Kepri Merdeka Sinyal memperluas akses telekomunikasi hingga wilayah blank spot—langkah krusial di era ekonomi digital. Implementasi QRIS pun terbaik se-Sumatera pada 2024.
Revitalisasi infrastruktur di Pulau Penyengat rampung, penataan Taman Gurindam 12 berjalan, dan progres DED Jembatan Batam–Bintan (7,6 km) ditargetkan tuntas akhir 2025 dengan dukungan Rp4,23 triliun. Jika konektivitas adalah urat nadi, maka jembatan ini adalah aorta barunya.
Kesehatan & Perlindungan Sosial: Layanan Makin Kuat
Tujuh gedung baru RSJKO Engku Haji Daud di Tanjunguban diresmikan Februari 2026 dengan dukungan DAK Rp54,39 miliar (realisasi 100 persen). Program Rumah Singgah di Batam dan Jakarta terus membantu pasien rujukan.
BPJS Ketenagakerjaan bagi nelayan dan petani diperluas. UMKM naik kelas meningkat menjadi 35,46 persen (2024), diperkuat subsidi bunga/margin 0 persen.
Pendidikan & SDM: Investasi Jangka Panjang
Sebanyak 39 ribu siswa SMA/SMK/SLB menerima bantuan seragam gratis (Rp9 miliar). Transportasi laut untuk 831 siswa di Lingga juga difasilitasi. Pendidikan vokasi terus diperluas demi mencetak SDM unggul dan kompetitif.
Selaras Asta Cita: Dari MBG hingga Kemandirian Pangan
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah terealisasi 79,32 persen dengan 199 SPPG dan 506.076 penerima manfaat. Target 2026: 100 persen.
Sebanyak 407 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih telah terbentuk di 419 desa/kelurahan. Kopdes Kuala Sempang di Bintan bahkan masuk 103 percontohan nasional.
Program 3 Juta Rumah diwujudkan lewat rehabilitasi 99 unit Rutilahu (Rp4,9 miliar), termasuk rumah masyarakat adat Orang Laut di Lingga.
Indeks Ketahanan Pangan naik menjadi 71,96; Nilai Tukar Petani meningkat ke 108,01. Tahun 2025 dibagikan 40 ribu bibit cabai, naik jadi 60 ribu pada 2026. Sebanyak 9.200 petani dibantu iuran BPJS. Gerakan Pasar Murah 2026 digelar di 69 titik se-Kepri.
Deretan Penghargaan Nasional
Tahun pertama Ansar–Nyanyang juga diwarnai berbagai apresiasi, antara lain:
- Peringkat ketiga Indeks Pencegahan Korupsi Daerah (KPK).
- Top Pembina BUMD 2025.
- Opini WTP ke-15 berturut-turut dari BPK.
- Baznas Awards 2025.
- Innovation Public Official Leader (TV One).
- Penghargaan IPP tertinggi nasional (Kemenpora).
- Peringkat ketiga destinasi ramah Muslim (Kemenpar).
- BKN Award 2025.
- Penetapan karya Raja Ali Haji sebagai Warisan Ingatan Kolektif Nasional oleh Perpusnas RI.








