Reses Dapil Dua, Ketua DPRD Natuna Jelaskan  Kepada Masyarakat  Dampak Covid 19 Daerah Keterbasan Anggaran

Natuna (Gebraknews)-Masa Reses (Serap Aspirasi) tahap I Ketua DPRD Natuna Andes Putra di Kecamatan Serasan dan Kecamatan Serasan Timur  berlangsung , Sabtu, (29/08/2020) pagi.

.Dalam pelaksanaan reses kali ini agak berbeda dari tahun sebelumnya, karena masih dalam kondisi pandemi Covid-19. Jadinya jumlah peserta reses dibatasi dan wajib pakai masker, duduknya pun berjarak (Physical Distancing) serta dilakukan dengan panerapan protokoler kesehatan.

Bacaan Lainnya

Pelaksanaan Reses DPRD Natuna tetap melibatkan masyarakat untuk mencapai solusi dan pembangunan pada gagasan apa yang diinginkan masyarakat. Jadi setiap DPRD menentukan lokasi berdasarkan Daerah Pemilihan (Dapil) dan bertemu dengan masyarakat yang menjadi konstituennya.

Ketua DPRD Natuna, Andes Putra mengatakan, reses yang dilakukan dewan ini murni untuk menjemput aspirasi masyarakat. Memberi solusi dan bukti. Jadi bukan ajang berpolitik.

“ Setiap anggota Dewan turun secara langsung ke lapangan untuk menyerap aspirasi serta mengkomunikasikan apa yang telah dilakukan, tindak lanjut reses sebelumnya serta agenda strategis yang akan dilakukan ke depan,” kata Andes Putra.

Politisi PAN Natuna menerangkan, reses merupakan komunikasi dua arah antara setiap anggota legislatif dengan konstituennya saat Pemilu. Dan menampung aspirasi masyarakat yang menjadi konstituennya secara langsung.

“ Keterlibatan masyarakat dalam reses akan memberi hasil yang lebih aktual dan berbasis fakta sehingga mudah untuk dikonfirmasi atau diklarifikasi ketika ada informasi yang membutuhkan penjelasan teknis dari peserta reses, ” jelas Andes.

Nantinya hasil Reses, lanjut Andes, akan menjadi pokok-pokok pikiran dewan yang disampaikan dalam usulan program yang akan dibawa ke Musrenbang tahun anggaran 2021 karena reses ini merupakan kebutuhan nyata masyarakat.

Akan tetapi, karena terdampak pada masa pandemi Covid-19, program pembangunan yang masuk dalam pokok pikiran atau pokir, anggaran digeser dalam konteks refocusing anggaran sehingga program yang merupakan usulan dari warga jadi tertunda realisasinya.

“ Bahwa dalam kondisi pandemi Covid-19, usulan program bukannya dihapus, tetapi realisasinya ditunda karena dana yang ada digeser dimasukkan dalam anggaran tak terduga untuk penanganan Covid-19, digeser artinya bukan dipakai, tapi untuk cadangan atau antisipasi menghadapi covid-19. Makanya kita harapkan dalam P-APBD 2020 semua usulan program yang tertunda bisa terealisasi, “kata Andes.

Lanjutnya Andes mengatakan, merebaknya Covid-19 di berbegai daerah di Indonesia membuat daerah mengalami keterbatasan anggaran termasuk Kabupaten Natuna sendiri.

Kendati demikian, hasil reses tersebut tetap akan dibawa ke DPRD untuk dibahas bersama, dan hasil dari pembahasan itu akan dijadikan pokok pemikiran pihaknya sebagai salah satu prioritas utama kebutuhan dan kepentingan masyarakat. (Red)

Pos terkait