Gebraknews.co.id, Sarolangun – Sejumlah tenaga pendidik di SDN 97/VII Desa Baru, Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi, terpaksa mengeluarkan biaya pribadi untuk menyewa rumah selama menjalankan tugas mengajar. Kondisi ini terjadi karena rumah dinas yang tersedia sudah tidak layak huni.
Kepala sekolah, Faisal, mengungkapkan keprihatinannya saat ditemui awak media beberapa waktu lalu. Ia mengaku tidak tega melihat para guru harus mengontrak rumah dengan biaya yang cukup besar, sementara penghasilan mereka dinilai masih terbatas.
“Rumah dinas yang ada saat ini kondisinya sudah tidak memungkinkan untuk ditempati. Mau tidak mau, guru harus menyewa rumah agar bisa tetap menjalankan tugasnya,” ujarnya.
Saat ini, lebih dari dua orang guru diketahui menyewa rumah di Desa Baru. Biaya sewa pun tidak tergolong ringan, mencapai lebih dari Rp5 juta per tahun untuk satu unit rumah. Kondisi tersebut dinilai cukup memberatkan, terlebih bagi guru yang berasal dari luar daerah.
Menurut Faisal, sebagian guru masih bisa pulang-pergi menggunakan sepeda motor karena berdomisili di wilayah Kabupaten Sarolangun, khususnya Kecamatan Air Hitam. Namun ada juga tenaga pendidik yang berasal dari luar Provinsi Jambi, termasuk dari Provinsi Bengkulu, sehingga membutuhkan tempat tinggal tetap selama bertugas.
Pantauan di lapangan menunjukkan bangunan rumah dinas guru sudah rapuh dimakan usia. Struktur semi permanen tersebut diperkirakan dibangun pada era 1987, saat Kabupaten Sarolangun masih tergabung dengan Kabupaten Merangin (Sarko). Dengan usia bangunan yang telah mendekati empat dekade, kondisi rumah dinas kini masuk kategori tidak layak huni.
Melihat situasi tersebut, pihak sekolah berharap adanya perhatian dari pemerintah daerah untuk merevitalisasi atau membangun kembali rumah dinas guru di SDN 97 Desa Baru. Harapannya sederhana agar para guru bisa fokus mendidik generasi muda tanpa harus dibebani persoalan tempat tinggal.








