Sekda Agam Tinjau Bencana Tiku V Jorong, 8.000 Warga Terdampak

Gebraknews.co.id, Agam – Sekretaris Daerah Kabupaten Agam, Mhd. Lutfi, meninjau langsung lokasi bencana banjir di Nagari Tiku V Jorong, Kecamatan Tanjung Mutiara.

Dalam kunjungan tersebut, Sekda memastikan seluruh unsur pemerintah, TNI-Polri, Basarnas, BPBD, serta relawan bergerak maksimal menggunakan sumber daya yang tersedia sambil menunggu tambahan armada dan peralatan.

Bacaan Lainnya

“Selagi menunggu bantuan lainnya datang, mari kita maksimalkan segala potensi dari alat dan sumber daya yang kita punya sekarang,” ujar Sekda di lokasi.

Sekda Lutfi menjelaskan, terdapat delapan titik evakuasi yang saat ini dioperasikan di Tiku V Jorong. Pemerintah kabupaten, kecamatan, dan nagari bersama-sama memprioritaskan penanganan pada evakuasi warga, pendistribusian logistik, serta pembukaan akses bagi masyarakat yang masih terisolir.

“Kita berharap seluruh masyarakat yang terdampak bisa kita layani secara maksimal, baik dari segi keselamatan maupun kebutuhan lainnya,” tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa penanggulangan bencana membutuhkan kolaborasi semua pihak, mulai dari Pemkab Agam hingga stakeholder di tingkat lokal.

Camat Tanjung Mutiara, Edo Aipa Pratama, melaporkan bahwa lima jorong terdampak banjir dengan delapan titik kritis: dua jembatan ambruk dan enam jalur transportasi tertutup air dengan ketinggian 2,5–3 meter. Sejumlah titik bahkan tidak bisa diakses melalui jalur darat.

“Kami sudah mengakses beberapa lokasi melalui jalur air menggunakan boat milik Basarnas, PMI, dan TNI-Polri,” jelas Edo.

Diperkirakan sekitar 8.000 jiwa terdampak, sebagian besar terisolir, terutama di Jorong Masang Timur yang dihuni 1.500–2.000 jiwa. Keterbatasan armada menjadi hambatan utama pendistribusian logistik dan evakuasi.

Edo menegaskan bahwa pihak kecamatan telah meminta penambahan armada untuk mempercepat bantuan. “Jika armada cukup, kami akan segera mengirimkan sembako dan membuka dapur umum di Jorong Masang Timur. Kami juga telah berkoordinasi dengan Nyiak Jorong untuk menyiapkan relawan,” ujarnya.

Saat ini, satu unit boat digunakan bolak-balik untuk mengevakuasi warga dari Jorong Labuhan menuju masjid dan gedung TPA/MDA Al-Hidayah di Jorong Masang Timur yang berjarak 10 kilometer. Tempat itu disiapkan sebagai dapur umum dan shelter sementara.

Namun keterbatasan boat membuat distribusi bantuan berjalan lambat. “Boat yang ada sekarang terpakai untuk evakuasi warga dan distribusi bantuan, sehingga prosesnya tidak bisa cepat,” kata Edo.

Pemerintah Kabupaten Agam terus memperkuat koordinasi lintas sektor agar penanganan darurat berjalan lebih cepat dan kebutuhan warga terdampak segera terpenuhi.

Editor: R. Piliang

Pos terkait